Halaman

    Social Items

Cerita Sex Panas Iparku Yang Lama Menjanda, Aku memang ketagihan bermain cinta dengan wanita setengah baya alias STW, Ada lagi pengalaman nyata yang kualami. Pengalamanku menaklukkan kakak iparku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku karena aku menjerumuskan orang baik-baik kedalam neraka nafsu.


Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami.


Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.


Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.


Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas. Game Slot Online


Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.


Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.


Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.

“Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.


Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.


“Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.


“Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.


“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja.


Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.


“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.


Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.


Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.


Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.


Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”


“Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.


Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.


Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Game Slot Online Terbaik


Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.

Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.


Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.


“Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.


Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.


“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

Cerita Sex Panas Iparku Yang Lama Menjanda

Cerita Sex Panas Goyang Sampai Memek Basah, Pada saat itu adalah hari sebelum abangku menikah, ketika itu saya pun ikut mengantar abangku kerumah calon istrinya. Setelah sampai dirumah calon istri abangku, saya melihat sesosok wanita STW (setengah tua) dengan body yang sangat semok dan sangat menggairahkan.


Ketika itu saya pun terus memandangi tubuhnya yang molek dari ujung kaki sampai ujung kepala. Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, kira-kira sekitar 38 tahunan, namun saya melihat wajahnya masih sangat enak untuk dipandang. Mungkin karena Ibu mertua abangku itu sering melakukan perawatan, makanya wajahnya sangat halus dan sangat menggoda.


Namun waktu itu suasana rumah sangat ramai sehingga tidak terlalu sering saya pandangi tubuh Ibu mertua abangku itu, namun saya terus mencari dimana Ibu mertua abangku itu berada agar saya dapat memandangi tubuhnya lagi.

Setelah beberapa saat saya melihatnya keluar dari kamar mandi, saat itu saya memandanginya dengan tajam dan setelah Ibu mertua abangku mengetahui kalau saya memandanginya, ia mengedipkan sebelah matanya dan meninggalkanku pergi.


Saya pun menjadi semakin penasaran dengan kedipan mata Ibu mertua abangku itu. Malam mulai larut, suasana rumah sudah sangat sepi sekali, akhirnya saya memutuskan untuk duduk sendirian disebuah ruangan sambil memikirkan arti kedipan mata Ibu mertua abangku tersebut.


Namun ditengah saya melamun, saya dikagetkan dengan kecupan lembut dari Ibu mertua abangku. Saya pun dengan reflek membalas ciuman Ibu mertua abangku itu. namun semua itu tidak berlangsung lama, karena Ibu mertua abangku itu langsung pergi meninggalkanku setelah memberikan ciuman lembutnya itu.


Hari-hari berikutnya saya bersikap seperti biasa, demikian juga Ibu mertua abangku. Pada saat saya duduk berdua dengannya, saya sering memberanikan diri memandang Ibu mertua abangku lama-lama dan dia hanya membalas dengan senyuman manis dan berkata,

“Ada apaa..?, sudah-sudah, Tante jadi malu“,


Terus terang saja, saya sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan Ibu mertua abangku itu. Saya kadang-kadang sangat merasa bersalah dengan abangku dan juga kakak ipar-ku yang baik hati.


Terkadang saya merasa kurang ajar membayangkan Ibu mertua abangku disetubuhi ayah Ibu mertua abangku, saya bayangkan kemaluan ayah dan Ibu mertua abangku keluar masuk memek Ibu mertua abangku.


Tetapi saya selalu menaruh hormat kepada ayah dan Ibu mertua abangku. Ibu mertua abangku juga sayang sama kami. Pagi-pagi hari berikutnya, saya ditelepon Ibu mertua abangku, minta agar sore harinya saya dapat mengantarkan ibu menengok keluarga yang sedang berada di rumah sakit, karena suami Ibu mertua abangku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Game Slot Online Terbaik


Saya sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit dan pulang sehabis maghrib. Seperti biasa saya selalu bersikap sopan dan hormat pada Ibu mertua abangku.


Dalam perjalan pulang itu, saya memberanikan diri bertanya.

“Tante, ngapain sih dulu tante kok cium Fadil?“,


“Aah, kamu ini kok masih ingat-ingat saja sich”, jawab Ibu mertua abangku sambil memandangku.

“Jelas dong Tante…, Kan asyiik”, kata saya menggoda,


“Naah.., tambah kurang ajar tuh, ingat abangmu lho Fadil…, Nanti kedengaran juga bisa geger lho Fadil“.

“Tapi, sebenarnya kenapa sich Tante…, Fadil jadi penasaran lho“.


“Aah, ini anak kok nggak mau diem sich“ Tapi eeh…, anu…, Fadil , sebenarnya waktu itu, waktu kita ngobrol itu, Tante lihat tampangmu itu kok cakep banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat Tante jadi gemes banget deh sama kamu.


Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, Tante jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Tante jadi malu sekali. Tante macam apa saya ini“,


“Mungkin, setannya ini Tante…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat Tante. Tante boleh percaya boleh tidak kok,


kadang-kadang kalau saya lagi sendiri, malah bayangin Tante lho. Bener-bener nih. Sumpah deh“,


“Kalau Tante pernah bayangin saya nggak kalau lagi sama om”, saya semakin berani.


“Aah nggak tahu ah…, udaah… udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik“.


Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama Tante. Pasti Tante yang disalahin orang, Dikiranya yang tua nih yang ngebet”, katanya.


“Padahal dua-duanya ngebet lho Tante. Tante, maafin Fadil yah. Fajar jadi pengin banget sama Tante lho…, Gimana nih, punya Fadil sakit kejepit celana nih”, saya makin berani.


“Aduuh…, jangan gitu dong. Tante jadi susah nih., tapi terus terang aja Fadil…, Tante jadi kayak jatuh cinta sama kamu deh, kalau udah begini dan udah naik begini, Tante jadi pengin ML sama kamu Fadil… Kita cepat pulang saja yaa…, nanti diterusin dirumah… Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, toh lagi kosong khan…, tapi Fadil minggir sebentar, Tante pengen cium kamu di sini”, kata Tante dengan suara bergetar.


Jantungku berdebar-debar menandakan nafsu banget. Saya minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak akan ketahuan orang. Saya dan Ibu mertua abangku berangkulan, bercumbu dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar selama ini kami saling merindukan.


“Eehhm…, Fadil, Tante kangen banget ma kamu ”, bisik Ibu mertua abangku.


“Saya juga Tante”, bisikku.


“ Fajar…, udah dulu Fajar…, eehmm udah dulu ”, nafas kami memburu.


“ Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa ”, kata Ibu mertua abangku.


“ ibu Mr.P-ku kejepit niih…, Sakit ”, katsaya.


“ iich anak nakal ”, Pahsaya dicubitnya.


“ Okei…, buka dulu kancin celananya ”, katanya.


Cepat-cepat saya buka celana saya, kemuian turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu mertua abangku, saya tuntun untuk memegang Mr.P-ku.


“ Aduuh kamu. Gede banget anu kamu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya “,

Saya masukkan gig satu, dan mobil melaju pulang.


Mr.P-ku dipegangi ibu, jempolnya mengelus-elus kepala Mr.P-ku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami beriam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus Mr.P-ku dengan lembut.


Sampai di rumah, saya turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi saya tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan.


Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, bercumbu lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Saya ciumi Ibu mertua abangku dengan penuh nafsu. Saya rogoh payudaranya yang selalu saya bayangkan, aduh benar-benar besar dan lembut.


“ Buk, saya kangen banget Buk…, saya kangen banget “,


“ Aduuh Fajar, ibu juga…, Peluklah ibu Fajar, peluklah ibu ” nafasnya semakin memburu. Matanya terpejam, saya ciumi matanya,


pipinya, saya lumat bibirnya, dan lidahku saya masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya.


Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.


“ Eehhmm.., Fajar, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Fajar masukkan lidahmu ke mulut ibu ”


Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik.


” Bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini “,


Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Saya merasa tidak enak di tempat tidur saya.


“ Bu kita pakai kamar tengah saja yaa “,


“ Okei, Lebih bebas di kamar ini ”, kata Ibu mertua abangku penuh pengertian.


“ Saya remas bokongnya yang semok “,


“ iich.., dasar anak nakal ”, Ibu mertua abangku merengut manja.


Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman saya buka pakaian Ibu mertua ku. Saya sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan payudaranya yang besar menggantung indah. Ibu saya rebahkan di tempat tidur.


Celana dalamnya saya pelorotkan dan saya pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi saya kagum melihat memek Ibu mertua abangku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting.


Seperti saya membayangkan selama ini, memek Ibu mertua kk ku benar menonjol ke atas terganjal bokongnya yang besar. Saya tidak tahan lagi memandang keindahan Ibu mertua abangku telentang di depanku. Saya buka pakaianku dan Mr.P-ku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertua abangku memandangku dengan tanpa berkedip.


Kami saling merindukan kebersamaan ini. Saya berbaring miring di samping Ibu mertua abangku. Saya ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus. Saya remas lembut payudaranya, kuelus perutnya, memeknya, clitorisnya saya main-mainkan. Liang memeknya sudah basah.


Jariku saya basahi dengan cairan memek Ibu mertua abangku, dan saya usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara peliku dipegang ibu dan dielus-elusnya. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Situs Game Slot Online Terbaik


Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalsaya dan rambutku, mengelus punggungku, bokongku, dan akhirnya memegang Mr.P-ku yang sudah siap seia masuk ke liang memek Ibu mertua abangku.

“ Buk, saya kaangen banget Buk…, saya kangen banget…, saya anak nakal Buk.. ”, bisikku.


” Ibu juga. sshh…, masukin …, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget … ”, bisik Ibu mertua abangku tersengal-sengal.

Saya naik ke atas Ibu mertua abangku bertelakan pada siku dan lututku. Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir Ibu mertua abangku.

Kami saling memandang.



Berpandangan sangat mesra. Mr.P-ku dituntunnya masuk ke liang memeknya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir memeknya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang bokongku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando Mr.P-ku. Kaki Ibu mertua abangku dikangkangnya lebar-lebar, dan saya sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke memek Ibu mertua abangku.


Kepala Mr.P-ku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Saya mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam memek yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.


“ Masukkan setengah saja . Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali “,

Nafsu kami semakin menggelora. Saya semakin cepat, semakin memompa Mr.P-ku ke memek Ibu mertua abangku.

“ Buk, saya masukan semua, masuk semua Buk ”


“ Iyaa , enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget ” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan.


Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan. Aduuh, memeknya tebal banget. Saya paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Saya semakin ngotot menyetubuhi Ibu mertua abangku, menusuk memek Ibu mertua abangku yang licin, yang tebal, yang sempit.


Bunyinya kecepak-kecepok membuat saya semakin bernafsu. Aduuh, saya sudah tidak tahan lagi.Cerita Semi


“ Buk saya mau keluaar Buk…, Aduuh Buk.., enaak bangeet

“,

“ ssh…, hiiya Fajar, keluariin Fajar Fajar, keluarin “,


“ Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Teruss Kami berpagutan kuat-kuat. Nafas kami terhenti.


Mr.P-ku saya tekan kuat-kuat ke dalam memek Ibu mertua abangku. Pangkal Mr.P-ku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah pejuhku ke memek Ibu mertua abangku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Nafas yang tadi hampir terputus semakin menurun. Saya angkat tubuhku.


Akan saya cabut Mr.P-ku yang sudah menancap dari dalam liang memeknya, tetapi ditahan Ibu mertua abangku.

“ Biar di dalam dulu Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya ”, katanya sambil memencet hidungku.


Kami miring, berhadapan, Ibu mertua abangku memencet hidungku lagi,

“ Dasar anak kurang ajar…, Berani sama Ibu mertua kakak mu ya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi …, ibu nikmat banget, nikmat banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini “,


“ Buk, saya juga Buk. Mungkin karena curian ini ya Buk, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum ”, katsaya menggodanya.


“ Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas .., Aduuh berantakan niih Pejuhmu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih “,


“ Buk, malam ini ibu nggak usah pulang. Saya pengin dikelonin ibu malam ini. Saya pengin diteteki sampai pagi ”, katsaya.

“ Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger dehhh…


“ Tapi Buk, saya rasanya emoh pisah sama ibu “,

“ Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh “,


Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, bercumbu lagi penuh kelembutan.

Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain. Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Mr.P-ku dicuci oleh Ibu mertua abangku, sampai tegak lagi.

“ Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam “,


Malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar ada kesempatan dan aman.


Tetapi kami sering mencuri-curi kesempatan untuk sekedar bercumbu dan membelai. Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakin dewasa dalam menjaga hubungan terlarang kami. Ini adalah dosa paling nikmat yang pernah saya alami.

Cerita Sex Panas Goyang Sampai Memek Basah

Cerita Sex Kongsi Istri yang Menggairahkan, Satu kisah benar sebagai teladan kepada pasangan suami isteri yang pada saat ini sudah kehilangan kehangatan,ghairah dan nikmat bersama suami/isteri. Sudah semula jadi kejadian lelaki/suami itu dimana akan tiba saatnya bilamana dia sudah tidak merasa ghairah untuk bersama isterinya lagi. Tidak perlu dibincangkan disini mengapa semua ini berlaku,yang menjadi isu disini ialah bagaimana kita mengembalikan keghairahan dan kenikmatan ketika kita bersama2 dulu waktu mula2 berumahtangga.


Itulah akikat kehidupan sex yang telah aku sendiri lalui. Bertahun lamanya sex dalam rumah tangga menjadi pudar dan tak berseri lagi. Apa lah lagi yang boleh dibuat VCD menjadi tontonan untuk memberikan perangsang bagi menghidupkan kembali rasa ghairah dan membangkitkan nafsu sex.



Oleh kerana terlalu banyak menonton VCD,timbullah dan terbayanglah dalam fikiran akan nikmat kepuasan jika isteri sendiri yang menjadi pelakonnya. Daripada melihat pelakon lain yang beraksi lebih menghairahkan dan menghangatkan jika isteri sendiri yang berlakon. Inilah punca yang memulakan semua cerita yang diceritakan disini. Aku membayangkan dalam fikiran isteri main dengan lelaki lain dan dengan hanya membayangkan sahaja aku sudah dapat merasakan kepuasannya. Bagaimana jika benar terjadi,tentulah suatu yng paling istimewa dapat aku rasai dan kecapi. Tak dapat aku gambarkan dengan kata2.


Semua telah dirancang dengan teliti. Bukan mudah hendak mendapat peluang dan kesempatan melihat isteri main dngan lelaki lain. Ini adalah pertama kalau kalau jadi aku akan dapat melihat dengan kata kepala sendiri isteri main dengan lelaki lain.


Isteri aku pernah main dengan lelaki lain sebelum ini tapi aku tak dapat melihatnya sendiri.  Pertama kali itu aku jugak yang rancangkan. Dari perkenalan dalam internet aku dapat pasangan yang sama2 sealiran. Kami berjanji di satu Hotel dan bila bertemu kami hanya book satu bilik saja. Entah macam mana, kami bersetuju masuk bilik secara bergilir2. Nak buat macam mana, terpaksalah aku setuju sebab ini pertama kali dalam sejarah hidup. Jadi setelah dipersetujui aku pun masuk lah bilik dulu bersama pasangan baru aku tu. Tak banyak yang dapat aku ceritakan kerana aku tak berapa bersungguh untuk main dengan pasangan baru aku tu kerana aku lebih ghairah memikirkan isteri aku akan main dengan pasangan barunya nanti. Aku terpancut cepat ketika main dengan pasangan aku tu. Aku tak puas. Pasangan aku pun aku rasa tak puas jugak tentunya.  Selepas kami selesai lalu kami pun turun ke lobi untuk berjumpa isteri aku dan suami pasangan aku tu.


Mereka tersenyum bila melihat kami. ”cepat” kata mereka. Apa yang dapat kami katakan. Aku terpaksa mengaku yang aku tak tahan sangat nak buat macam mana.  Kini tibalah pulak giliran isteri aku mengikut lelaki itu kedalam bilik. Dia agak keberatan, maklumlah tak pernah buat kerja semacam tu sebelum ini. Terpaksalah aku pujuk kerana kata ku aku dah dapat isterinya, hendak tak hendak terpaksalah dia pula kena main dengan suaminya pula.  Isteri dengan berat hati dan dalam keadaan terpaksa ikut lelaki itu naik kebilik. Setelah isteri aku hilang dari pandangan mata aku bila pintu lif tertutup, tak dapat aku nak luahkan dengan kata2 bagaimana perasaan aku ketika itu bila memikirkan yang isteri aku akan main dengan lelaki lain sekejap lagi. Takut,berdebar,ghairah dan entah apa2 perasaan lagi pun aku tak dapat nak ceritakan.  Sesak nafas aku dibuatnya. Tak terkeluar sepatah kata pun aku waktu itu walaupun pasangan baru aku yang baru saja aku setubuhi ada bersama aku ketika itu. Apa yang aku fikirkan dan bayangkan ketika itu ialah isteri aku yang telah aku kahwini selama ini sedang berada dalam bilik bersama lelaki lain yang baru kami temui. Masa terasa amat lambat berlalu.  Fikiran aku bercelaru. Gemuruh tubuh aku, gementar pun ada dan sebenar nya aku tak dapat nak gambarkan perasaan aku waktu itu. Bercelaru dan buntu. Ada rasa takut,ada rasa ghairah dan entah apa2 rasa lagi yang aku sendiri tak tahu. Mengelabah dan tak senang duduk aku dibuatnya. Game Slot Online


Setelah lama dan puas aku menunggu, pintu lif terbuka dan tersembul lah wajah mereka yang aku tunggu2 selama ini. Mereka berjalan beriringan dan masing2 nampak ceria dan tersenyum.  Hati aku lega benar bila mereka dah selesai semuanya.  Kami berbual sebentar dalam suasana yang amat mesra dan selepas itu kami pun berpisah.


Dalam kereta menuju balik kerumah aku tak sabar2 bertanyakan isteri aku apa yang berlaku antara mereka. Isteri aku pun sama, jadi aku pun ceritalah apa yang berlaku antara aku dengan pasangan aku tu. Aku cerita dulu sebab aku tak sabar2 nak mendengar ceritanya pulak.


Isteri aku berkata apabila sudah berada dalam bilik, dia duduk dihujung kamar dan lelaki itu duduk sebelahnya.  Mereka berbual sebentar dan faham lah lelaki itu bahawa ini adalah kali pertama bagi isteri aku main dengan lelaki lain setelah kami berkahwin.  Isteri aku pada waktu itu masih rasa keberatan untuk buat hubungan sex dengan lelaki itu. Kalau boleh biarlah mereka berbual dan lelaki itu tak jadi sentuhnya apatah lagi main dengannya. Lelaki itu pandai memujuk.  Katanya dia akan buat isteri aku gembira malam itu dan dia tidak akan lakukan apa2 yang isteri aku tak suka. Sambil membisikan kata2 sayang ketelingga isteri ku dia pun mula mencium isteri aku.  Kemudian mereka bercium mulut dan saling menghisap lidah. Mencium pipi,leher dan tangannya mula memainkan peranan.  Isteri aku mengaku dia mula hanyut dan dah mula terasa sedap dan nikmatnya disentuhi dan dicumbui oleh lelaki lain. Maklum lah dengan aku suaminya ini dah bertahun kami main dah tak terasa kelainannya lagi. Dah tak ada apa yang istimewanya lagi.  Isteri aku sudah di buai nimat akibat di perlakukan oleh teman baru nya itu.


Mata isteri aku terpejam kerana keasyikan yang tak terhingga bila teman nya mecium leher dan tangannya mengusap dan meramas2 payu dara nya(masih berpakaian lengkap). Temannya sadar isteri aku telah lemas dan rela diperlakukan apa saja, dia pun mula menanggalkan baju isteri aku.  Tinggallah bra dan kain nya saja. Dia terus mencium dada isteri aku dan isteri aku tak tahan dan terpaksa baring. Temannya mengiringkan badan isteri aku dan dia membuka kutang branya dan tersembul lah payu dara isteri aku.  Isteri aku sendiri merasa teramat terangsang dan ghairah sekali bila temannya membuka baju dan branya. Maklumlah ini kali pertama dia bersama lelaki lain selain daripada aku. Isteri aku mengaku dia amat terangsang dan merasa ghairah sangat pada waktu itu.  Dalam hatinya dia mahu lelaki itu teruskan aktivitinya meraba,mengusap,mecium dan mengomolinya.


Temannya sudah berpengalaman dan tahu keadaan isteri aku waktu itu dengan melihat mata dan reaksi isteri aku. Dia tersenyum kerana isteri aku dah mengalah dan sekarang menyerah tubuhnya sepenuhnya kepadanya.


Temannya tak melepaskan peluang terus menghisap dan sebelah tangan meramas2 payu dara yang sebelah lagi. Sebelah tangan lagi mengusap2 perut dan turun ketundun isteri aku. Mata isteri aku terpejam, nafasnya kencang, dadanya sesak menikmati kepuasan.  Isteri aku mengaku dia terpancut dan pantatnya berair ketika lidah temannya menghisap puting teteknya dan tundunnya diraba dan diusap.


Isteri aku dah hilang kewarasan, dia merenggek2 kecil,mengetap bibir dengan mata yang terpejam. Temannya bertindak membuka kainnya. Mencium paha dan sekitar pantatnya.  Isteri aku lupa diri dan lupa segalanya. Kenikmatan menguasai diri. Temannya melurut turun pantiesnya yang lembap akibat air isteri aku yang dah banyak keluar. Nah sekarang isteri aku berbogel terbaring diatas kasur bersama teman barunya. Isteri aku tak dapat menceritakan betapa nikmat dan dirinya benar2 hanyut bila teman nya mencium dan menjilat pantatnya. Air nya keluar lagi. Setelah puas temannya mencium dan menjilat indah isteri aku,dia pun membuka semua pakaiannya. Agak mengambil masa juga bila dia membuka pakaiannya sendiri tanpa pertolongan isteri aku. Dengan masa rehat sekejap itu isteri aku pun membuka mata kembali dan terlihat lah dia dengan mata nya sendiri dihadapannya berdiri seorang lelaki lain yang sedang berbogel.  Terlihatlah dia kepada konek lelaki itu. Keras terpacak. Kata isteri aku koneknya kecil sedikit berbanding aku punya tetapi kerasnya lain macam. Ternampak benar2 keras.


Temannya merangkak keisteri aku yang sedang berbaring. Isteri aku faham sekarang tiba pula giliran dia memainkan peranan. Isteri aku yang sudah hanyut dalam keghairahan itu mencapai konek teman nya dan terus menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Aku sudah berpesan padanya supaya hisap konek lelaki dengan perlahan dan penuh romantis. Jangan nampak gelojoh. Isteri aku terus menghisap konek temannya sambil tangannya memainkan telurnya. Temannya mendengus dan mengerang kecil, air mazinya terkeluar dan isteri aku mengaku dia dapat merasakan nya dan dia terus hisap dan menelannya.


Mungkin temannya tak tahan diperlakukan begitu oleh isteri aku, dia pun menarik cepat2 koneknya dari mulut isteri aku. Dia mencium dan menjilat pula indah isteri aku. Isteri aku berair lagi dan pantatnya memang kebasahan betul.


Lelaki tadi sudah tak dapat tahan agaknya dia terus menindih isteri aku, memegang koneknya dan menusuk kelubang indah isteri aku. Isteri aku benar2 hanyut. Tenggelam dalam nikmat nafsu yang bergelora. Lupa dia pada segala2nya. Lupa dia yang sebelum ini dia keberatan untuk terjerumus dalam aktiviti sebegini. Diri dia sudah dikuasai nafsu sepenuhnya. Game Slot Online Terbaik


Isteri aku tak dapat ceritakan sebenar nya apa yang berlaku bila temannya mula mula menusuk koneknya kepantat isteri aku kerana dia benar2 hanyut dalam keghairahan dan tak sedar apa yang berlaku.  Setelah menyorong tarik ,masuk dan keluar indah isteri aku,teman nya dah tak tahan benar dan dia benar2 hendak terpancut dan dia berbisik ditelingga isteri aku.  Katanya, ”sayang,abang dah nak keluar ni,nak lepas kat mana?” Isteri aku yang sedang dalam kegahirahan yang amat sangat itu menjawab,”lepas kat dalam,bang”. (Isteri aku baru lepas period dan waktu itu adalah waktu selamat). Temannya puas mendengar jawapan isteri aku dan menambahkan kelajuan tusukannya. Dua2 sudah lupa segalanya.  Masing2 dalam rasa keghairahan yang teramat sangat.  Nafsu telah menguasai mereka berdua.  Mereka dipuncak kepuasan yang teramat sangat.  Akhirnya lelaki itu membenamkan koneknya sedalam mungkin kedalam indah isteri aku dan melepaskan pancutannya. Isteri aku tersentak dan terangkat punggungnya menahan kesedapan yang tak terhingga. Teman nya rebah menindih isteri aku dan mereka berkucup kepuasan.


Temannya kebilik air membasuh dan isteri aku terus memakai panties nya.  Aku dah berpesan dari awal lagi, kalau dia sanggup main dengan lelaki lain dan sampai pada tahapnya bila lelaki itu hendak terpancut air maninya dan pada ketika itu jika isteri aku sanggup membiarkan lelaki itu terpancut didalam pantatnya, dia tidak boleh membasuhnya.  Biarkan didalam dan terus pakai panties. Kerana aku ingin lihat buktinya. Nampak nya isteri aku ingat akan pesanan aku itu.  Temannya keluar dari bilik air dan bertanya dengan hairan mengapa isteri aku tak pergi membasuh.  Dia dengan selamba menjawab,”nak bawak balik buah tangan untuk suami”. Temannya tersenyum mendengar jawapan itu. Itu lah kisah pengalam pertama kami.  Kali pertama aku main dengan isteri orang dan kali pertama juga isteri aku main dengan lelaki lain. Sayangnya aku tak dapat melihat aksi mereka.


Aku dan isteri sanggup membuat aktiviti ini hanya semata2 kerana terpengaruh kepada adegan2 dalam vcd porno yang pernah kami tonton. Aku ingat lagi pertama kali bila aku menyuarakan niat aku hendk melihat isteri aku main dengan lelaki lain. Tentulah dia membantah. Lama kelamaan aku berjaya memujuknya untuk mencuba. Itu lah ceritanya bagaimana kami boleh terjerumus dalam hubungan sex sebegini.


Isteri aku akhirnya mengaku dia pun sedap dan puas bila main bersama teman nya itu. Aku pun mencadangkan pada nya untuk main lagi dengan syarat kali ini aku nak lihat sendiri. Dia setuju dan ini lah yang sebenarnya yang hendak aku ceritakan disini bagaimana kami boleh sampai hingga kesini.


Balik kepada mukadimah diatas tadi, maka sampailah hari dan saat yang ditunggu2. Peluang melihat isteri main dengan lelaki lain. Aku kenal lelaki ini didalam internet juga.  Setelah aku pasti dia boleh dipercayai dan merupakan calon yang sesuai aku pun berikan nombor talipon kami untuk dia hubungi dan berkenalan dulu dengan isteri ku  Mereka saling berhubung talipon selepas itu dan topik perbualan mereka sudah termasuk soal2 sex. Nampaknya merka(isteri ku dan temannya) mesra dan serasi.


Aku pun merancangkan dengan teliti. Masa dan tempat yang sesuai harus ditentukan dulu.  Setelah semuanya beres aku berpesan pada isteri aku bagaimana dan apa kah yang boleh dan tak boleh dilakukan semasa bersama nanti. Aku merancangkan supaya mereka berdua dapat bersama semalaman. Aku membeli baju tidor,bra dan panties baru untuk isteri aku bagi meraikan malam yang penuh istimewa ini. Baju tidor putih yang tentunya jarang dan amat seksi sekali dengan satu set bra dan panties warna hitam.


Tibalah hari dan saatnya. Lelaki tadi sudah book satu bilik dan menunggu didalamnya. Seperti yang dijanjikan aku sampai dibilik nya jam 8.45 malam. Sampai dihadapan pintu bilik aku menekan loceng. Isteri aku sembunyi dibelakang. Dia merasa gementar dan amat berdebar untuk bertemu teman barunya. Maklumlah selama ini hanya berbual melalui talipon saja. Belum pernah tengok muka. Entah macam mana orangnya. Takut dan berdebar.


Pintu dibuka dan nampak lah lelaki tadi. Isteri aku terkejut dan terkedu kerana tak seperti yang dibayangkannya. Walau apa pun kami berjalan masuk. Aku terus duduk dikerusi dan isteri di atas katil. Oh ya,kami saling bersalam dan memperkenalkan diri sewaktu dimuka pintu tadi.


Kami berbual2 sebentar. Aku diatas kerusi dan mereka berdua diatas kati berdua. Seperti dirancangkan isteri aku membawa beg yang dibawanya kebilik air. Dalam beg itu lah ada pakaian tidornya yang baru dibeli itu. Isteri aku ingat rancangan awal kami dan terus memangil teman barunya kebilik air. Terdengar suaranya memanggil dari bilik air,”bang,mari kejap”. Aku pura2 tanya,”abang yang mana?”. Isteri menjawab,abang yang baru la”. Aku tersenyum dan teman nya berjalan kebilik air. Aku tak tahu apa yang sebenarnya ber aku. Tetapi rancangan awal aku ialah bila didalam bilik air aku mahu mereka bercium dulu sepuas2nya dan akhirnya meminta temannya membuka semua pakaiannya. Setakat itu saja dan kemudian temannya akan keluar semula dimana isteri aku menggenakan pakaian tidornya.


Aku tak tahulah apa sebenarnya yang berlaku diantara mereka. Tetapi yang aku tahu aku kerasa amat terangsang dan ghairah sekali bila membayangkan apa yang mereka berdua sedang buat. Sekejap lepas itu lelaki itu pun keluar semula dan kami berbual2 lagi. Selepas itu keluarlah isteri aku dengan pakaian tidor nya yang teramat seksi pada pandangan aku. Baju tidor berwarna putih dan jelas terlihat didalamnya bra dan panties yang berwarna hitam. Nafsu aku teramat2 terangsang hingga tak tahu nak cerita bagaimana perasaan aku waktu bila melihat isteri aku dengan pakaian tidornya yang seksi dilihat oleh teman barunya dan aku memahami benar isteri aku ini akan disetubuhi sepuas2nya oleh teman barunya ini.


Terkeluar kata2 dari mulut aku,”ni yang abang tak tahan ni. Rasa nak bawak balik rasanya. Jealous abang macam ni”. Isteri aku dengan selamba terus duduk betul2 disebelah temannya dan berkata,”ha…jangan mengarut. Dah janjikan nak bagi peluang pada kami,saya tak kira,malam ini saya adalah hak abang baru saya ini. Abang yang rancangkan semua ini. ”Isteri aku berani cakap macam tu sebab mereka dah berhubung lama dengan talipon dan sudah berjanji akan main puas2 bila dapat bersama nanti.


Sebenarnya dalam hati aku yang waras ,memang aku jealous,tapi kerana nafsu aku turutkan jugak rancangan asal kami.


Kami terus berbual2. Sambil itu isteri aku sudah rasa keghairahan agaknya terus memegan tangan temannya dan megusap2nya. Aku dah tak sabar lagi nak lihat isteri aku main dengan temannya terus berkata,”abang nak kena balik ni, kalau boleh abang nak tengok la apa yang selama ini abang nak tengok”. Isteri aku faham dan ingat rancangan asal kami. Dia mulakan langkah dengan mencium pipi temannya. Temannya juga faham dan sememangnya dia kena lakukan juga aksi sek dengan isteri aku supaya lagi cepat selesai lagi cepat lah aku boleh balik dan dapat lah mereka berdua saja menikmati masa bersama hanya mereka berdua saja.


Mereka sekarang bercium,berkucup mulut,saling bertukar dan menghisap lidah. Aku dapat saksikan sekarang didepan mata aku sendiri aksi sek isteri aku. Mereka berkucup begitu kusyuk sekali maklumlah dah pernah membuat phone sex sebelum ini agaknya. Temannya membaringkan isteri aku dan terus menggomolinya dengan penuh bernafsu sekali. Apa yang aku

ingin sangat lihat dah berlaku didepan mata aku. Isteri aku seperti jatuh cinta dengan teman baru nya ini. Sungguh asyik dia melayani adengan2 sex dari temannya tanpa sedikit pun dia menoleh kepada ku. Adakah dia benar2 dalam keadaan bernafsu atau pun dia sudah jatuh hati pada teman barunya ini dan dah tak hiraukan aku lagi atau pun dia ingin membalas dendam kerana aku yang ingin sangat lihat dia main dengan lelaki lain dan sekarang masanya dia benar2 main tanpa pedulikan aku lagi. Aku masih diatas kerusi. Mereka masih bergomol dan bergumpal. Agak ganas juga aksi mereka. Habis satu kati mereka berpusing. Sekejap isteri diatas dan sekejap isteri dibawah pula. Adengan mereka setakat ini hanyalah berkucup,meraba ,menghisap

dan meramas. Aku yang melihat terasa pedih konek kerana konek aku sudah tegang didalam seluar.


Aku lihat temannya berbisik sesuatu ditelingga isteri aku dan isteri aku kelihatan tersenyum. Dia bangun dan duduk diatas kasur itu. Teman nya menarik baju tidornya dari kaki dan terus melurutnya keatas kepala untuk menanggalkannya. Sekarang isteri aku sudah tidak berbaju lagi. Temannya terus membaringkan dan mereka sambung semula aksi mereka. Kali ini teman nya lebih bebas menerokai tubuh isteri aku kerana dia hanya tinggal bra dan panties saja.


Inilah kali pertama dapat aku lihat lelaki lain mencium, mengusap, meramas,menghisap mulut,pipi,leher,dada,paha dan perut isteri aku. Sebenarnya temannya ini meratah hampir keseluruhan tubuh isteri aku. Aku rasa aku dah terpancut didalam seluar melihat aksi mereka.


Isteri aku bangun dan membuka sendiri tali branya dan mencampakkannya ketepi katil. Temannya yang melihat terus turun katil,berdiri dan membuka habis pakaiannya tanpa bantuan isteri aku. Sekarang isteri aku tinggal panties saja lagi manakala temannya berbogel habis. Isteri aku dan aku sendiri terus fokuskan pandangan ke konek temannya. Tegang teramat tegang tetapi saiznya kecil daripada aku. Dalam hati aku terasa juga bangga kerana dah dua lelaki bersamanya tetapi dua2 konek kecil| daripada aku. Temannya naik semula kekatil dan menghampiri isteri

aku. Isteri aku memegang konek temannya dan terus memasukkan kemulut sambil temannya duduk berlutut. Sungguh menghairahkan permandangan ketika itu hingga tak dapat nak aku luahkan dengan kata2 melihatkan isteri aku dengan penuh romantis membelai,mengucup dan menghisap konek temannya. Aku sesungguhnya hilang pertimbangan dan tak dapat berfikir

lagi kerana diri sudah dikuasai nafsu hanya dengan melihat aksi isteri aku dengan temannya.


Sepanjang adengan mereka dari mula hinggalah saat itu,tidak sekali pun isteri aku menoleh kepada aku,hanya teman nya saja sesekali menoleh meminta kepastian. Dan setiap kali dia memandang aku akan membalas dengan senyum dan memberi isyarat yang bermakna “go ahead. . carry on”.


Isteri aku nampaknya bernafsu sekali menghisap konek temannya. Nampak penuh bernafsu dan kelihatan seperti gelojoh dan rakus. Sudah lupa dia pada pesan aku supaya hisap dengan penuh romantis. Tahulah aku yang isteri aku sudah benar2 hanyut tenggelam dalam keghairahan nafsu sexnya.


Temannya mengambil giliran memainkan peranan dan embaringkan isteriaku. payu dara isteri aku ditujuinya . Diusap,diramas,dicium dan dihisapnya. Sesekali mereka berkucup mulut dan kelihatan pada aku sesekali ada juga temannya membisikan sesuatu ketelingga isteri aku.


Mereka benar2 hanyut dan lupa diri. Tenggelam dalam nafsu yang bergelora. Temannya menarik panties isteri dan melurutnya turun kekakiperlahan2 dan sambil itu mulutnya ikut turun mencium perut,pusat dan terus ketundun indah isteri aku. Panties isteri aku sudah ditanggalkannya, dipegangnya dan diciumnya panties itu sebelum mencampakkannya ketepi. Isteri aku tersenyum padanya. Temannya melihat dan memfokuskan pemandangannya kepantat isteri aku. Ditenungnya lama juga,mungkin menikmati keindahannya kerana sekarang dia sudah benar2 dapat merasainya setelah sekian lama hanya berhubung dengan talipon sahaja.


Dia ternampak tak sabar dan terus mencium tundun indah isteri aku. Dibawa lidahnya turun kealur indah isteri aku. Mata isteri aku dah terpejam dan kepala nya kelihatan berpaling sekejap kekiri dan sekejap kekanan. Dengan keadaan isteri aku yang terbaring terlentang itu,temannya bebaslah menerokai segenap inci tubuh isteri aku. Habis satu tubuh isteri aku dicumbuinya dan diciumnya.


Tibalah masa dan saat yang ditunggu2. Temannya menindih tubuh isteri aku. Kedudukan mereka tidak bersesuaian dengan kerusi yang aku duduk waktu itu. jadi aku tak boleh nampak konek temannya mengesel2 indah isteri aku. Jadi aku pun bangun dan berjalan ketepi katil berdiri betul2 dibahagian kaki mereka. Dengan itu dapatlah aku lihat nanti konek temannya memasuki indah isteri aku. Mereka suda tak pedulikan aku lagi. Mereka mungkin tak sedar pun aku berdiri dihujung kaki mereka kerana mereka berdua sememangnya benar2 hanyut dan tenggelam dalam nafsu yang menggila.


Temannya memegang koneknya dan menggesel2kan kelubang indah isteri aku. Aku dekatkan kepala aku sehampir mungkin kelubang indah isteri aku dan konek temannya itu. Baru lah aku nampak yang indah isteri aku benar2 teramat basah dan kembang sekali. Aku rasa nak terpancut dalam seluar waktu itu. Puas menggesel2kan dan bermain2 disitu dia terus meletakan koneknya betul2 didepan pintu lobang indah isteri aku. Setelah itu dimasukkan nya perlahan. nampak mudah sekali kerana indah isteri aku terlalu berair dan terlalu kembang kerana

keghairahannya yang amat sangat. Isteri aku sendiri aku tahu lah pada waktu itu pantatnya berair dan kembang sekali. Mudah lah bagi temannya masuk. Ditujahnya indah isteri aku dengan laju sekali. Isteri aku menggerang tanpa segan silu lagi. Terpancul dari mulutnya,”sedap bang…laju lagi bang. ”Temannya memang hebat. Koneknya keras sekali dan dia boleh bertahan lama(makan ubat aku agak). Puas diatas,mereka bertukar posisi dengan isteri aku pulak diatas. Waktu ini isteri aku dan temannya dah tak kisah lagi aku berada dimana. Mereka hanya asyik dengan aksi mereka saja. Puas isteri aku diatas,mereka buat 69 pulak. Masing2 mencuci senjata pasangan masing2. Puas mencuci dan melayani pasangan masing2 mereka buat doggie pulak. Lama mereka bermain. Memang lama betul. Handal betul teman isteri aku ni. Entah berapa kali isteri aku terpancut pun tak tahu. Yang aku tahu setiap kali temannya menujah pantatnya mesti kedengaran bunyi yang biasa kita dengar bila indah yang basah benar ditujahi oleh konek lelaki.


Agaknya kerana lama dan dah tak tahu lagi apa aksi yang hendak dibuat,temannya menoleh kepada aku dan bertanya,”tak nak join ke?”.


Aku pun apa lagi,terus membuka semua pakaian aku dengan gelojoh sekali dan terus naik kekatil bersama mereka. Isteri aku nampaknya tak berapa gembira bila melihat aku nak join mereka. Agaknya aku ni kacau daun agaknya.


Kami sama2 menggomoli isteri aku hingga tercunggap dia kami buat. kami bekerjasama membuat apa saja untuk memenuhi kepuasan isteri aku. Aku dah tak tahan sangat terus mengambil posisi dan memasukan konek aku ke lobang indah isteri aku yang dah longgar kerana terlalu kembang. Tak lama,sekejap saja aku dah terpancut atas perut isteri aku. Bila dah terpancut aktiviti terhenti dengan sendirinya kerana isteri aku terpaksa kebilik air untuk memcuci. Nampak benar dia tak berapa suka jadi begitu. Temannya masih hebat. Koneknya masih tegang.


selesai isteri aku membasuh,aku pula kebilik air untuk mencuci. Setelah siap aku kenakan pakaian dan duduk diatas kerusi semula. Isteri dan temannya masih diatas diatas katil berbogel. Aku terasa seperti merosakan kegembiraan mereka lalu meminta diriuntuk pulang.


Sebelum pulang aku mencium dulu isteri dan berpesan padanya yang aku akan datang ambilnya semula jam 7. 30 pagi esok. Isteri aku mungkin sedar sepenuhnya dan kembali waras terus mencium aku balik dan berkata,”terima kasih abang kerana membenarkan saya bermalam bersama abang baru ni”. Saya senyum dan berpesan pada temannya,”tolong jaga isteri saya dengan baik,she’s yours tonight,please take good care of her and enjoy your night”. Dengan itu aku pun berjalan keluar bilik dan selepas pintu ditutup kedengaran ia dikunci. Entah apa yang akan berlaku seterusnya…


bersambung lagi…. bila aku sampai keesokan paginya dan cerita dari

mulut isteri aku bagaimana mereka menghabiskan masa semalaman bersama.


Malam yang menyeksakan berlalu juga akhirnya. Aku bergegas semula ke Hotel penginapan mereka. Tepat jm 7. 30 pagi aku membunyikan loceng pintu. Teman lelaki nya berpakaian biasa membuka pintu dan tersenyum menyambut aku. Aku berjalan kedalam dan ternampak isteri sedang menyandar dihujung katil dengan hanya berkemban tuala. Ternampak juga pada aku dia memakai panties hitam bila dia mengubah kakinya.


Aku bertanya pada teman lelakinya bagaimana semalam yang mereka berdua lalui. Dia hanya tersenyum puas dan mengatakan “very great”. Isteri pula menyampuk,”best bang. Puas hati”. Aku kekatil dn mendapatkn isteri aku dan memeluknya,cium sepuas2nya. Aku peluk kemas2 dan ku cium dia lagi. Nafsu aku tiba2 terangsang kerana aku telah memendam perasaan bergelora semalaman mengenangkan mereka berdua yang aku tinggalkan betul2 menikmati kebebasan melakukan apa saja demi memuaskan nafsu pasangan masing2.


Aku buka tuala yang membaluti tubuh isteri aku. Temannya duduk di kerusi berdekatan melihat aksi aku pula. Aku cium seluruh tubuh isteri aku Dia juga telah lemas mungkin krana masih terasa keghairahan bersama temannya semalaman dan temannya itu sekarang sedang menyaksikan permainannya pula.


Aku cium dan kuhisap dan jilat indah isteri aku. Basah dan kembang

sekali. Aku menoleh pada temannya dan mempelawa dia join sekali. Tapi pendek saja dia membalas,”go ahead,I dah cukup puas semalam,dah tak larat lagi”.


Dengan itu aku terus menindih tubuh isteri aku dan aku pun mula mendayung. Menojah keluar masuk lubang indah isteri aku yang telah puas di gunakan oleh teman baru nya yang sesekarang sedang memerhati kami pula. Aku lakukan berbagai aksi dan akhirnya kami pun sampai. Aku terpancut kepuasan diatas dada isteri aku. Isteri bangun kebilik air dan aku hanya mengesatkan saja dengan tuala yang dipakai oleh isteri tadi. Isteri keluar dari bilik air sambil berbogel dan aku tolong lapkan seluruh tubuhnya. Aku dapatkan branya dan aku tolong pakaikan. Aku juga tolong pakaikan pantiesnya. Sememangnya biasa bagi aku memakaikan isteri aku pakaian dalamnya. Aku juga dapatkan baju dan kainnya dan aku tolong pakaikan juga. Setelah siap isteri aku hanya sikatkan rambut dan kenakan make-up rengkas saja.


Aku beritahu temannya kami terpaksa berpisah sekarang. Isteri aku dapatkan temannya dan mereka terus berpeluk dengan penuh emosi sekali. Ternampak seakan isteri aku enggan melepaskannya. Aku nampak kelopak mata isteri bergenang dengan air mata. Mereka berkucupan sepuas2nya seakan tak mahu berpisah. Aku katakan pada isteri sudah sampai masa berpisah. Jika ada kesempatan kita akan berjumpa lagi. Aku pimpin tangan isteri dan membawanya keluar. Sambil berjalan keluar dari pintu dia menoleh memandang temannya dengan pandangan yang sayu sekali. Temannya melambai tangan dan mengukir senyum tawar.


Dalam kereta menuju pulang aku tak bertanya apa2 pada isteri kerana aku lihat dia termenung sayu memandang keluar cermin kereta. Aku tahu dia masih teringatkan temannya itu. Aku terpaksa sabar untuk mendengar ceritanya apa yang telah mereka lakukan sepanjang malam itu. Sepanjang perjalanan pulang isteri aku tertidur. Letih agaknya dia kerna teruk dikerjakan oleh temannya itu atau dia letih kerana menggerjakan temannya itu. Kasihan pula aku melihat dia…. timbul perasaan sayang pada isteri aku yang amat mendalam. Sayang sesungguh hati. Aku benar2 sayang dan mencintainya. Dia telah membuat aku merasa begitu bahagia

dan puas sekali. Aku sedar dan aku akui yang aku benar2 menyayangi dan mencintai isteri aku itu dengan sepenuh jiwa raga aku.


Malam itu dia menceritakan kepada aku semua kejadian antara mereka berdua. Selepas aku meninggalkan mereka didalam bilik mereka menyambung hubungan sex mereka. Temannya betul2 handal. Dia benar2 melakukan apa2 saja demi memuaskan isteri aku. Dia tetap gagah dan berjaya menahan dirinya dari terkeluar lagi. Dekat jam 12. 00 tgh.  malam mereka keluar untuk makan. Temannya memimpin tangan isteri aku seperti sepasang kekasih. Selesai menikmati makan dikedai mereka tak buan masa dan balik kebilik. Masuk kebilik mereka menyambung aktivi sex mereka sehingga lah isteri aku dah tak tahan dan minta temannya keluarkan air maninya. Temannya betul2 bertanya pada isteri aku samada betul dia dah puas dan ingin berhenti. Isteri aku menjawab ya dan serentak itu temannya melakukan aksi akhir dan memancutkan maninya keatas tubuh isteri aku. Jam mungkin sekitar 2. 00 pagi waktu itu. Mereka tidor berpelukan dan nyenyak benar.


Isteri aku terbangun sebelum jam 5. 00 pagi tapi kelihatan temannya masih nyenyak terlena. Isteri bertindak nakal. Dia bermain dengan konek temannya. Dibelai. diusap dan dihisapnya konek temannya itu. Konek itu tegang. Entah temannya sedar atau tidak isteri aku benar2 tak tahu. Isteri aku berdiri dan mengangkangkan kakinya diatas tubuh temannya. Dia dudukkan diri betul2 diatas konek yang tegang itu. isteri memasukkan sendiri konek temannya kedalam pantatnya dan dia bermain2 sendiri mengangkat indah keatas dan menurunkannya semula. Mengeluar dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya. Dilakukan nya dengan lembut dan perlahan dengan penuh romantis. Isteri aku benar2 menikmati setiap saat dan setiap saat konek temannya masuk dan keluar dari lobang pantatnya. Sungguh nikmat dan ghairah sekali akui isteri aku.


Setelah lama juga temannya terjaga dan terus dibalikkan tubuh isteri aku melentang. Mungkin kerana terlalu terangsang dan ghairah diperlakukan begitu oleh isteri aku,dia terus memasukan koneknya semula kedalam indah isteri aku dan mula memainkan perana mendayung keluar dan masuk indah isteri aku. Habis semua aksi dan posisi mereka lakukan dan akhir nya isteri aku juga yang meminta temannya keluarkan maninya kerana dia benar2 sudah tak tahan lagi. Dia sudah puas benar dan letih sekali. Temannya akur dnga permintaan isteri dan dia pun berusaha keras membuat berbagai aksi bagi mengeluarkan maninya. Akhirnya tamatlah permainan. temannya mengeluarkan maninya kali kedua sepanjang mereka bersama dari semalam. Mereka berdua benar2 puas. Puas sepuas-puasnya hingga tiada kata yang dapat gambarkan kepuasan yang telah mereka berdua nikmati dan rasai. Hari hampir cerah ketika mereka selesai bermain tadi. Mereka bergilir mandi dan selepas itu menunggu kedatangan aku untuk mengambil kembali isteri aku seperti yang dijanjikan.


Isteri aku memberitahu bahawa temannya betul2 telah membuatnya puas dan dia merasa bahagia dan seronok sekali. Isteri aku memeluk aku dan mengucapkan terima kasih dan meluahkan sayang nya yang tak terhingga kepada aku kerana memberi kesempatan pada nya bermalam dengan teman lelakinya yang aku sendiri carikan untuknya.


Aku pun dah tak ingat. Agak2nya beberapa bulan selepas peristiwa bermalam bersama temannya itu,temannya datang bertandang kerumah. Isteri amat gembira dan berkobar2 sekali menyambut temannya itu. Biasalah masing2 dah pernah main jadi selepas berbual sebentar saja isteri aku meminta izin aku untuk main dengan temannya itu. Aku setuju saja. Dihadapan aku waktu itu juga isteri aku terus membaringkan temannya diatas lantai rumah dan membuka zip seluar temannya. Terkeluarlah konek temannya yang keras menegang. Terus isteri aku menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Seluar dan underwear temannya tidak ditanggalkan terus. Hanya dilurutkan turut sikit sahaja. tak sampai pun kelutut. Isteri aku menindih tubuh temannya yang sedang terlentang itu. Sebelum itu dia telah menanggalkan kain yang dipakainya. Baju tak ditanggalkannya,dibiarkan begitu. Mereka berkucupan dengan indah isteri aku mengesel2 konek temannya yang menegang itu.


Puas berkucup,bercium dan memainkan indah dan konek,isteri aku menoleh kepada aku dan meminta aku ambil condom. fahamlah aku isteri aku mahu temannya memakai condom kerana dia baru lepas period. Takut masih ada darah kotor lagi. Aku pun cepat2 kebilik dapatkan condom.


Aku kembali kepada mereka dan aku lihat mereka masih diposisi yang sama dengan isteri diatas dan temannya barin terlentang. Isteri masih lagi mengesel2kan pantatnya keatas konek temannya yang sedia menegang. Melihatkan itu kerana tak mahu ganggu keasyikan mereka berdua,aku koyakkan plastik condom itu dan aku keluarkannya. Aku dekatkan dir kepada mereka dari bahagian kaki mereka jadi mereka tak lah nampak aku kerana mereka sedang asyik berpeluk dan berkucup.


Dengan condom yang tesedia ditangan aku,aku pegang konek temannya,aku sendiri memasangkan condom itu kekonek temannya. Aku pasangkannya dengan baik dan kemas. Tidak seorang dari mereka pun memberi sebarang reaksi kepada tindakan aku itu. mungkin mereka rela dengan pertolongan aku itu. Melihatkan itu aku terus pegang lagi konek teman nya itu yang sudah siap terpasang condom dan aku halakan kelubang indah isteri aku. Sebelah tangan aku memegang koneknya dan sebelah tangan lagi aku pegang bahagian atas bontot isteri aku dan aku tariknya supya jatuhkan bontotnya. Bila dia menurut maka jatuh lah lubang pantatnya betul2 diatas konek temannya itu. terasa konek temannya isteri aku terus merapatkan lagi pantatnya hingga kepangkal konek temannya. Isteri aku memainkan peranan mengeluarkan dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya. Aku masih berada disitu kerana menikmati sepuas2nya permandangan konek temannya memasuki dan keluar dari indah isteri aku. Aku betul2 menghayati permandangan itu,aku dekat muka aku sehampir mungkin. Ada sesekali tu tercabut juga konek itu datri indah isteri aku. Setiap kali tercabut aku lah yang memasukkannya kembali. Mereka berdua relax betul. Dan aku amat puas kerana mereka berdua amat menghargai pertolongan yang aku berikan.


temannya tidak keluar mani. Isteri aku dah puas. Kurang selesa sikit keadaan pada masa itu kerana itu lah pertama kali dalam sejarah hidup kami isteri main dengan lelaki lain dalam rumah kami sendiri. Waktu itu sudah hampir tengahhari dan sekejap lagi anak2 akan balik dari sekolah. Dengan sebab itulah isteri cepat puas kerana dia rasa tak selesa. Dia minta berhenti dan temannya berhenti disitu tanpa mengeluarkan maninya. Isteri aku memimpin tangan temannya kebilik air. Aku pun turut sekali. Aku lihat isteri aku bertindak mengeluarkan kembali condom yang dipakai tadi dan diberikan kepada aku. Isteri aku menyabun dan mencuci konek temannya. nampak mereka berdua sungguh mesra dan serasi. Aku bahagia dan gembira sekali melihat isteri aku gembira dengan apa yang berlaku sekejap tadi. Selesai mengenakan pakaian kembali,temannya minta diri dan pulang.


Itulah kali terakhir isteri aku membuat hubungan sex dengan temannya itu. Mereka tak pernah berjumpa hingga kini. Masa berlalu dan aku ingin merasai kembali nikmat melihat dan

membenarkan isteri membuat hubungan sex dengan dengan lelaki lain. Aku akhirnya bertemu dengan calon yang sesuai. Bagi memudahkan cerita biar aku namakannya S.


S datang ketempat kami dan tinggal disatu resort. Aku membawa isteri kebilik S. Dalam perjalanan isteri membuat janji supaya aku duduk diluar(beranda)dan biarkan mereka berdua saja berbual dulu bagi menambahkan kemesraan antara mereka.


Sesampai dibilik,isteri aku duduk dihujung kati dan aku terus keberanda diluar. Aku tarik langsir dan aku tutup sikit pintu. Aku dapat lihat sikit saja dalam bilik itu dari kerusi yang aku duduk itu. Aku langsung tak nampak isteri aku. S boleh juga aku nampak sikit2 ,itu pun kalau aku bongkok kan sikit badan aku kedepan. Mereka berbual tapi aku tak dengar apa2 langsung. Aku mencuri pandang dan aku nampak S sudah merapatkan tubuhnya dekat isteri aku. Tubuh mereka dah bergesel sambil berbual. Masa berjalan dan entah tiba2 aku terpandang S bangun dngan hanya berseluar sahaja. Bila pula dia menanggalkan bajunya. tak jadi ni,aku pun nak lihat juga. Tak terlepas peluang melihat isteri aku membuat aksi2 sex dengan S. Bila aku masuk saja ,aku lihat baju isteri aku dah terbuka habis butangnya. Aku duduk atas kerusi dan melihat aksi mereka seterusnya. Aku berani masuk dan melihat kerana isteri aku tak melarang atau tidak ada sebarang perjanjian antara kami yang aku tak boleh masuk. Perjanjian awal hanyalah tinggalkan mereka berdua untuk berbual2 saja.  S mula menanggalkan kesemua pakaian semua pakaian isteri aku. Dia juga bertindak membogelkan diri ya sendiri. Dua2 sudah berbogel habis. Pertama kali S dapat memandang tubuh isteri aku tanpa pakaian. Dibaringkannya isteri aku dan terius digomol dan diterokainya setiap inci dan pelusuk tubuh isteri aku. Ternampak dia begitu rakus sekali. Ghairah sungguh dia agaknya mendapat tubuh isteri aku.


Mereka bertindak bergilir2 memuaskan pasangan masing2. Isteri aku pun sudah memegang, mengusap,membelai,menjilat dan menghisap konek S. Lama juga selepas itu baru S memandan pada aku dan memberi isyarat agar aku join nya sekali. Aku tanpa berlengah membuka semua pakaian aku dan naik kekatil. Aku dan S melakukan apa saja yang terdaya dan termampu kami lakukan,kami berusaha bersungguh dan secara bersama memuaskan isteri aku. Hasil nya ternyata memberangsang sekali. Isteri aku lemas kepuasan diperlakukan begitu oleh kami berdua secara serentak. kami tak beri peluang pada isteri aku untuk bernafas. Kami menyerang dan menggomolinya secara serentak. Kalau S dibahagian atas aku dibahagian bawah. Kami bergilir. Bayangkanlah ada empat tangan yang merayap kesetiap inci tubuh ister aku dan ada dua mulut dan lidah yang menjalar kesetiap pnjuru nikmat ditubuh isteri aku. terkejang2 iteri aku menahan kesedapan dan kenikmatan yang tak terhingga. Pantatnya basah tak terkta. S tak tahan dan terus menindih tubuh isteri aku dan cuba masuk kedalam tapi tak dibenarkan oleh isteri aku.


Aku tak tahu mengapa. Kami tak rancangkan supaya jadi begitu. Itu adalah keputusan isteri aku sendiri. Aku sememangnya tak akan memaksa isteri aku melakukan apa2 yang tak disukainya. Aku akan biarkan isteri aku lakukan hanya apa yang dia sendiri hendak lakukan. Bukan melakukan sesuatu kerana terpaksa. Isteri memberitahu S yang dia tak mahu masuk. S akur dan minta isteri bantunya keluarkan maninya. Isteri aku hisap sebentar dan kemudian melancapkannya. S menggigil kesedapan dan terpancut akhirnya atas payu dara isteri aku. Melihatkan itu aku pula menindih tubuh isteri aku dan melancapkan sendiri konek aku diatas dada isteri aku. S sudah kebilik air membasuh. Isteri hanya terpejam mata menahan

kesedapan. Sebelah tangan aku ,aku lancap konek aku sendir. Sebelah tangan lagi aku bermain2 dengan air mani S yang dipancutkan atas tetk isteri aku. Aku lomorkan seluruh payu dara isteri aku. Aku mainkan air mani S diputingnya. Aku sapu dan lomurkan disekeliling payu dara isteri aku. Itu yang buat dia terpejam mata itu. Aku tak tahan dan aku pancutkan dimana S pancutkan tadi. Air mani kami bercampur dan bertambah banyak. Aku perahkan habis2 air mani ku dari konek aku. Air mani yang banyak tu aku lomurkan dan sapukan lagi ditetek isteri aku sampai ia kelihatan beku dan hampir kering . Selepas itu aku memimpin tangan isteri kebilik air dan kami membasuh seluruh tubuh isteri aku. Aku mandikan dia dan aku cucikan dia sebaiknya. Selesai kami keluar dan sekali lagi aku pakaikan satu persatu pakaian isteri aku bermula dari panties,kemudian bra dan seterusnya kain dan bajunya.


Kami meminta diri dan mereka berpelukan dulu dan bertukar kucupan dan ciuman. Aku berkata pada S yang aku harap dia puas walaupun tak dapat masuk indah isteri aku. S sporting dan mengatakan tak apa mungkin lain kali ada rezeki pulak. Kami keluar meninggalkan S didalam bilik.  Lebih kurang dua bulan lepas tu S datang lagi. Aku membawa isteri kedalam bilik S. Semasa dalam perjalanan isteri aku dah memberi amaran pada aku. kali ni dia langsung tak benarkan aku campur tangan atau ambil bahagian dalam aksi sex mereka berdua nanti. Sebenarnay isteri aku marah pada aku kerana akusengaja tak melayan nafsu sejak dua minngu dah (S maklumkan pada aku dia nak datang 2 minggu sebelum itu). jadi aku pun plan kan supaya isteri benar2 kehausan dan dahaga semasa bertemu S nanti. sengaja aku buat begitu kerana aku kasihankan S yang datang dari jauh dulu tak dapa main indah isteri aku. Jadi kali

ini plan kan supaya isteri dalam keadaan terdesak dan amat memerlukan konek untuk memuaskannya. Plan aku berjaya.


Isteri aku bukan membuat perjanjian dengan aku tetapi sebenarnya

memberi amaran sebenarnya. Dia memang tak benarkan aku join mereka nanti. Tak boleh sentuhnya langsung. Boleh tengok dari jauh saja. Tak boleh bersuara dan tak boleh join.


Sebenarnya isteri aku terpaksa membenarkan aku berada bersama dalam bilik dengannya kerana bila aku ada sama dia berasa lebih confident dan selamat. Dengan kata lain aku ni hanya sebagai body guard saja la.


sampai dalam bilik terus mereka berpelukan memang isteri aku nak

membalas dendam dan menunjuk2 pada aku yang S akan puaskannya walaupun aku gagal puaskan dia dua minggu lepas. Isteri aku tak tahu yang aku senggajakan perkara itu kerana apa yang aku hajatkan sudah berhasil dan hasil nya ada terserlah didepan mata aku sekarang.


Isteri aku tak membuang masa terus membuka seluar S dan mnghisap koneknya dengan gelojoh sekali. S membuka sendiri bajunya. Isteri aku benar2 menghisap konek S seperti orang kebuluran dan seperti tak hendak melepaskannya langsung.


S tak tahan ,didirikannya isteri aku dan ditanggalkannya habis pakaian isteri aku dengan pertolongan isteri aku sendir. nampak sangat dia ingin cepat sangat bogel. S membaringkan isteri aku dibirai katil. Dia cium,jilat dan hisap bibir indah dan biji indah isteri aku. Mata isteri aku terpejam. Bunyi S menjilat indah isteri aku kerana indah isteri aku dah keluar air yang teramat banyak. Maklum lah dah dua minggu aku tak gunakannya. S bangun dan memandang aku dan aku beri isyarat padanya supaya masuk. S tersenyum. Dari posisi dibirai katil itu,S renggangkan kaki isteri aku dan menghalkan koneknya tepat kelubang indah isteri aku. Dengan mudah dia menolak masuk serapatnya kerana indah isteri aku sudah basah benar dan kembang teramat sangat kerana terlalu ghairah. Mereka bekerjasama terus bermain bebagai posisi. Akhirnya S

membisikan sesuatu ditelingga isteri aku dan dan isteri aku membalasnya. Serentak dengan itu S mencabut koneknya dan merangkah berlutut keatas dada isteri aku. S menggunakan tangannya melancap sendiri koneknya dan menghalakan arah pancutannya kecelah lurah dada isteri aku dn dia akhirnya terpancut. Maninya bertaburan atas dada isteri aku. S terus kebilik air. Aku bangun dapatkan isteri aku kerana projeknya dah selesai.


Aku tak tahan tengok air mani S atas dada isteri aku. Aku pegang dan aku lumurkannya diatas dada isteri aku sambil sebelah tangan aku aku bukakan zip seluar aku. Aku keluarkan konek aku dan aku lancapkan atas dada isteri aku dan sekejap saja dah terpancut. Aku hlakan dan campurkan air mani kami berdua. Aku sapukan kedua2 air mani kami keserata tubuh isteri aku. Selepas itu baru aku pimpin isteri aku kebilik air. Seperti biasa aku mandikannya dan aku bersihkannya. Kami keluar bilik air dan aku lapkan tubuh isteri sehingga kering. Kemudian seperti biasa aku pakaikan satu persatu pakaian ketubuh isteri aku.


Aku memeluk dan menciumnya. Ternyata isteri aku amat puas sekali

bermain dengan S. S berjaya memuaskan nafsu isteri aku yang sengaja aku biarkan kehausan selama dua minggu kerana menunggu kedatangannya.


Seperti biasa juga,mereka berpelukan dan saling berkucupan sebelum kami berpisah. S nampak tersenyum puas kerana berjaya dapat menerokai lubang indah isteri aku.


Inilah kisah benar aku dan isteri aku. Sejak mula disetubuhi oleh lelaki pertama didalam bilik Hotel dalam tahun 2000 dulu dan hingga S berjaya menikmati lubang nikmat isteri aku dalam tahun 2003 ini,itu lah sahaja tiga(3) orang lelaki yang berjaya menikmati tubuh isteri aku . Sehingga aku menulis cerita ini ini lah saja pengalaman yang telah kami lalui.


Kehidupan sex kami amat memberangsangkan selepas pengalaman isteri aku bersama lelaki lain. Lebih hangat dan lebih hebat yang tak pernah kami rasakan sebelum ini. Kami benar2 menikmati hubungan sex sekarang berbanding waktu dulu sebelum aktiviti ini terjadi. Percaya lah aku sehingga saat ini kerana terlalu ghairah terhadap isteri sendiri akan mencium pussy isteri semasa akan keluar bekerja dan sebaik pulang dari bekerja. Aku akan pastikan yang aku akan mencium pussy isteri aku setiap hari. Aku juga sehingga saat ini akan tolong memakaikan pakaian dalam isteri aku bila aku ada kesempatan berbuat demikian. Demikian lah hebatnya hasil pengalaman yang telah kami lalui.


Aku benar2 sedar dan akui bahawa aku sememangnya amat dan teramat sayang dan menyintai isteri aku. Orang yang tak memahami aku mungkin tidak akan faham bagaimana seorang suami yang sanggup membenarkan isterinya ditiduri oleh lelaki lain berkata yang dia amat menyayangi isterinya itu. Tapi itu lah kebenarannya. Aku lebih menyayangi dan menyintai isteri aku selepas pengalaman dia ditiduri oleh lelaki lain.


Aku bukanlah semudah itu membenarkan isteri aku ditiduri oleh sebarang lelaki. Aku sendiri yang memilih calonnya. Lelaki yang sudah berjaya meniduri isteri aku adalah merupakan calon2 yang terpilih. Aku meletakan beberapa kriteria dalam membuat pilihan. Antaranya ialah rahsia kegiatan kami mesti terjamin 100%,bersih dari sebarang penyakit kelamin (sebab itu aku lebih suka kepada suami orang yang sudah mempunyai anak2),bekerja yang baik(tentunya dia akan lebih bertanggung jawab kerana tak mahu kerjayanya tergugat),berterusterang dan ada rasa saling hormat menghormati.

Cerita Sex Kongsi Istri yang Menggairahkan

Cerita Sex Panas Tersiksa Tapi Terasa Begitu Nikmat, Pak Anton segera menghentikan aksinya sejenak, sehingga Sasha langsung ambruk kelelahan di pagar balkon villanya.


Ahh…” Sasha terengah-engah kelelahan sambil berusaha menghirup udara segar untuk mengistirahatkan sendi tubuhnya.


Seorang laki-laki paruh baya lalu keluar ke teras villa itu sambil membawa koran sore hari; ia segera duduk di sofa teras villanya, memasang earphone di telinganya untuk mendengarkan musik sambil membaca koran itu. Mungkin karena ia sangat berkonsentrasi membaca koran itu, ia tidak menyadari kalau Sasha sedang dipermainkan oleh Pak Anton tepat di sebelahnya.


Padahal apabila ia menoleh ke kiri, sudah tentu ia bisa melihat dengan jelas pemandangan Sasha yang sedang menungging kelelahan dengan tangan-tangan Pak Anton yang masih melekat di vagina Sasha. Pak Anton kembali mendapatkan ide licik. Mendadak tangannya kembali bergerak mengocok vagina Sasha tanpa aba-aba.


Hymphh! Sasha yang hendak menjerit segera menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya sehingga suara jeritannya teredam.


Walaupun mabuk berat, setidaknya Sasha masih bisa mempertahankan akal sehatnya untuk tidak menjerit-jerit dihadapan Pak Halim, tetangga Pak Anton itu. Sarung tangan satin Sasha tampak cukup efektif untuk meredam suaranya. Pak Anton terkekeh-kekeh berusaha menahan tawa saat melihat Sasha menutup mulutnya.


Lho? Kenapa kamu tutup mulut? Ayo dong, nyanyi lagi seperti barusan! Supaya didengar Pak Halim! ejek Pak Anton lewat bisikan di telinga Sasha sambil mempercepat gerakan jarinya sehingga Sasha makin kewalahan menahan suaranya.


Hhrmphh… mmmphh!! Mph!!” Suara-suara tertahan kian bergema didalam mulut Sasha. Walaupun tangannya kian erat menutupi mulutnya, namun Sasha tidak mampu untuk menahan suaranya lebih lama lagi, apalagi saat merasakan orgasmenya kian mendekat.


Suara-suara jeritan Sasha sesekali terdengar saat ada celah di jari-jari Sasha. Namun suara itu juga tidak begitu jelas terdengar. Andaikata Pak Halim tidak ada disitu, Sasha sudah pasti menjerit-jerit dengan keras karena kenikmatan di vaginanya itu. Slot Online Terbaik


Pak Anton terus berusaha untuk membuat Sasha takluk dan menjerit untuk mempermalukan Sasha, namun tetap saja Sasha bersikeras untuk menutup mulutnya. Anehnya, suasana tegang karena takut ketahuan justru memberikan dorongan seksual tersendiri bagi Sasha.


HMPP…PPF!! MMM!!! Dengan diiringi lenguhan tertahan yang keras, mata Sasha membelalak, seluruh otot tubuhnya menegang dan punggungnya melengkung ke atas. Pak Anton terkejut saat jarinya tiba-tiba terasa terjepit oleh dinding-dinding vagina Sasha sebelum dibasahi oleh hangatnya cairan cinta Sasha yang mengucur dengan deras dari vagina Sasha.


Rupanya Sasha berhasil mencapai orgasmenya sekali lagi. Sasha menyandarkan kepalanya ke pagar balkon villa itu untuk beristirahat. Nafasnya tersengal-sengal karena kelelahan.


Wah, hebat juga orgasmenya! Ayo, kita lanjut ke ronde dua! Dengan penuh semangat, Pak Anton melucuti seluruh celananya sehingga penisnya yang besar langsung mengacung tegak dihadapan vagina Sasha yang masih tertungging lemas di pagar balkon.


Diolesinya penisnya dengan cairan cinta Sasha yang masih tersisa di telapak tangannya sambil sesekali mengurut penisnya, Pak Anton sesekali juga mencolek-colek vagina Sasha untuk mengambil cairan cinta Sasha untuk kemudian dipergunakannya cairan itu sebagai pelumas penisnya. Setelah beberapa lama, penis Pak Anton pun kembali berkilauan akibat olesan dari cairan cinta Sasha. Pak Anton segera merangkul pinggang Sasha sambil memposisikan kepala penisnya dibibir vagina Sasha.


Ookh… Oohh! tanpa sadar Sasha lupa untuk menutup mulutnya dengan tangan sehingga terdengarlah suara lenguhannya saat penis besar Pak Anton memasuki vaginanya.


Pak Anton terdiam sejenak karena sadar bahwa suara itu bisa saja terdengar oleh Pak Halim. Namun anehnya, Pak Halim masih sibuk membaca korannya dengan wajahnya yang tertutup lembar-lembar koran itu. Sepertinya earphone di telinganya disetel dengan volume yang tinggi sehingga ia sulit mendengar suara disekitarnya.


Belum puas mengerjai Sasha, Pak Anton menarik pinggang Sasha kearah kanan plafon itu sehingga kini posisi Sasha menungging tepat didepan balkon Pak Halim. Seolah hendak memamerkan caranya menggagahi pengantinnya itu kepada Pak Halim.


Eeghmmm… desah Sasha sambil sedikit menutup mulutnya kembali saat Pak Anton memajukan pantatnya perlahan sehingga penisnya semakin terbenam di dalam lubang pipis Sasha.


Sasha tidak merasa begitu sakit lagi karena lubang vaginanya terbuka lebih lebar sedikit akibat dionani dengan dua jari Pak Anton sebelumnya. Malah Sasha merasa nikmat sekali dengan sensasi gesekan antara dinding vaginanya dengan penis besar milik Pak Anton. Rasa sesak akibat diameter penis Pak Anton yang memenuhi rongga vagina Sasha juga memberi sensasi tersendiri yang merangsang syaraf-syaraf vagina Sasha.


Hmmm… Sasha mendesah pelan dengan mulut tertutup saat Pak Anton perlahan-lahan menarik keluar penisnya dari vagina Sasha hingga hanya tersisa pangkal penisnya yang masih terbenam dalam vagina Sasha. Rasa gesekan di klitoris Sasha yang tergesek saat penis itu ditarik mundur memberi sensasi rasa geli yang menggelitik tiap syaraf di vagina Sasha.


MMMPH! Sasha menjerit saat tiba- tiba Pak Anton menghentakkan pinggangnya maju kedepan sehingga penisnya langsung tertancap membenam hingga kedasar liang vagina Sasha.


Pak Anton lalu mencengkeram pinggang Sasha dan menggoyangkannya pelan-pelan sehingga penisnya mengaduk-aduk kemaluan Sasha. Pak Anton juga kembali memijat pinggang Sasha seperti sebelumnya sehingga Sasha semakin kewalahan akibat tambahan rasa nikmat yang mendera tubuhnya.


Mmm… mmm… mmm… Sasha hanya menggoyang-goyangkan kepalanya menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya itu sementara kedua tangannya masih sibuk menutupi mulutnya dengan erat. Pak Anton membiarkan Sasha terbiasa dengan sensasi akibat goyangan pinggangnya selama beberapa menit sebelum ia tiba-tiba melepaskan pinggang Sasha.


Hmm? Sasha terkejut sesaat. Sasha segera menoleh kebelakang melihat Pak Anton dengan raut wajah kecewa karena kenikmatannya terhenti.


Ayo, giliran kamu yang goyang! perintah Pak Anton.


Tanpa ragu lagi, Sasha segera menggoyangkan pantatnya untuk mempermainkan penis Pak Anton dengan vaginanya. Pantat Sasha bergoyang naik-turun menarik keluar sebagian penis Pak Anton sebelum Sasha menghentakkan pantatnya mundur tiba-tiba sehingga penis Pak Anton langsung terbenam dengan cepat ke dalam vaginanya.


Huaah… aagh… egh… Pak Anton mendesah penuh kenikmatan saat merasakan rasa hangat dan lembut dalam vagina Sasha yang terus memainkan penisnya dengan goyangan-goyangan erotis pantatnya.


Pak Anton terus meresapi kenikmatan dalam rongga vagina pengantin cantiknya itu. Betapa bangganya Pak Anton saat mengingat kesuksesannya untuk mendapatkan layanan khusus dari liang vagina Sasha yang begitu banyak diincar oleh para lelaki di kantor mereka. Lama kelamaan, Pak Anton merasa bosan dengan goyangan Sasha walaupun penisnya terasa cukup nikmat.


Pak Anton sudah cukup bersabar dengan goyangan Sasha dari tadi untuk menarik perhatian Pak Halim yang dari tadi masih saja menempelkan matanya di koran. Harapannya untuk mempermalukan Sasha dengan cara mempertontonkan adegan dimana Sasha yang masih berbusana pengantin sedang memompa penisnya maju mundur kepada Pak Halim mulai sirna.


Sialan si Halim itu! Padahal ada pemandangan bagus begini, malah koran yang dilihatnya! Dasar kutu buku tolol! Buta apa?! umpat Pak Anton dalam hati.


Pak Anton yang sudah tidak sabar lagi segera mencengkeram pinggang Sasha dan menghentakkan pinggangnya dengan keras kedalam vagina Sasha.


AAH! Sasha menjerit keras.


Karena dilakukan secara mendadak, Sasha yang terkejut tanpa sadar melepaskan tangannya sehingga suara jeritannya meledak. Pak Anton yang kesal terus menghentak-hentakkan penisnya didalam vagina Sasha. Sasha tahu tangannya kini tidak akan cukup lagi untuk mehanan suaranya, sehingga Sasha tidak punya pilihan lain selain menyumpal mulutnya dengan kain slayer yang tersibak kewajahnya dan menggigit kain itu sekeras mungkin untuk menahan jeritan histerisnya yang siap untuk meledak kapan saja. Selama 5 menit, Pak Anton memompa penisnya keluar masuk dari vagina Sasha. Suara yang keluar dari mulut Sasha sudah tidak jelas sama sekali apakah itu suara desahan, jeritan atau erangan. Sasha benar-benar merasa tersiksa karena jeritannya tertahan dan rasa sakit di tenggorokannya akibat suaranya diredam paksa.


Hrggh… Eerghh… Pak Anton tidak bisa lagi berlama-lama menahan dirinya. Dengan diiringi sebuah hentakan keras ke dalam vagina Sasha, Pak Anton pun menggeram keras dan menyemburlah sperma Pak Anton kedalam vagina Sasha.


Hmm… phh?? Sasha terkejut sejenak saat merasakan sperma Pak Anton menyemprot hingga ke dasar vaginanya. Pak Anton membiarkan penisnya tertancap kedalam vagina Sasha sejenak untuk mengeluarkan seluruh spermanya itu.


Saat penis itu tercabut dari vagina Sasha, tampak lelehan putih sperma Pak Anton ikut keluar dari celah-celah vagina Sasha yang masih menungging itu. Pak Anton tersenyum puas dan dibelainya tubuh Sasha. Namun tiba-tiba ia merasakan tubuh Sasha bergetar pelan seperti menggigil ssat membelai Sasha. Pak Anton dengan perasaan cemas segera melihat keadaan Sasha.


Betapa terkejutnya Pak Anton saat melihat wajah Sasha yang sudah berlinangan air mata sedang menangis sesunggukan dengan slayer yang masih tersumpal didalam mulutnya. Entah bagaimana, hati Pak Anton terasa sakit dan kasihan melihat Sasha yang tampak tersiksa itu.


Bagaimanapun juga ia menikahi Sasha atas dasar rasa cintanya pada wanita itu sejak dulu dan mungkin perbuatannya untuk balas dendam dengan mempermalukan Sasha sudah kelewatan sehingga malah menyakiti wanita yang dicintainya itu.


Pak Anton segera mengusap airmata dari wajah Sasha dan merangkulnya dari belakang. Dilepasnya slayer yang masih digigit oleh Sasha dengan pelan. Pak Anton bisa merasakan getaran tubuh Sasha dan juga peluh yang membasahi sekujur tubuh wanita malang itu.


Sha, maaf ya… Kamu tidak apa-apa kan?” tanya Pak Anton dengan penuh kekhawatiran.


Sasha yang masih sesunggukan hanya mengangguk pelan. Tanpa menghiraukan Pak Halim lagi, Pak Anton segera membimbing Sasha masuk ke dalam kamar mereka. Slayer, tiara dan kontak lens Sasha dilepas, Pak Anton lalu membaringkan Sasha di ranjang mereka tepat disamping Alyssa dan melepas sepatu Sasha.


Kamu capek kan? Ayo tidur dulu ya. Pak Anton segera menyelimuti tubuh Sasha dengan selimut dan membaringkan tubuhnya disamping Sasha. Sejenak Pak Anton merenungi kejadian hari itu dan apa yang telah dilakukannya dengan Sasha. Ekspresi puas tampak menghiasi wajahnya, walaupun ia juga agak menyesali perlakuannya pada Sasha barusan. Perlakuannya memang kelewatan.


Bagaimanapun juga Sasha pasti punya harga dirinya sendiri sebagai seorang wanita. Pak Anton lalu memutuskan untuk kembali minta maaf.


Eh, Sha…” Saat Pak Anton menoleh ke wajah Sasha untuk meminta maaf sekali lagi,


Rupanya Sasha sudah tertidur lelap kelelahan. Wajah tidurnya tampak menawan bagaikan wajah malaikat, apalagi dengan gaun putihnya dan riasan pengantin di wajahnya yang semakin memperkuat kesan “angelic” dari tubuhnya. Pak Anton hanya tersenyum kecut sebelum akhirnya ikut tertidur sambil memeluk tubuh lembut Sasha.


Esok paginya, Pak Anton mendadak terbangun saat merasakan sensasi rasa hangat dan sesuatu yang lembut sedang mempermainkan penisnya. Rasanya penisnya seperti dikocok-kocok maju-mundur oleh sesuatu. Sesekali pula pangkal penisnya terasa basah dan geli saat digesek oleh sesuatu yang basah.


Pak Anton membuka matanya sejenak. Betapa terkejutnya dirinya saat melihat Sasha sedang menungging dihadapan selangkangannya sambil mempermainkan penisnya. Jari-jari tangan Sasha yang masih dibalut sarung tangan satinnya mengocok penis Pak Anton dengan lembut sambil sesekali menjilati dan menyentil-nyentil pangkal penis Pak Anton dengan lidahnya.


Sa… Sasha?” tanya Pak Anton tidak percaya.


Ooh, Sayaang… Akhirnya bangun juga… Aku sudah menunggu dari tadi, lhoo…” racau Sasha saat melihat Pak Anton terbangun.


Apa-apaan kamu?! bentak Pak Anton, namun Sasha tidak menggubris Pak Anton sama sekali. Ia masih saja sibuk memainkan penis Pak Anton dengan tangan dan mulutnya. Mata Sasha tampak sayu dan nafasnya masih saja memburu. Pak Anton akhirnya tahu kalau Sasha masih belum sadar dari mabuknya dan sudah tentu pengaruh dari obat perangsang itu. Namun Pak Anton heran, bagaimana mungkin Sasha bisa kembali bergairah seperti itu setelah sekian lama meminum wine itu. Normalnya, efek wine itu tentunya sudah hilang dari tadi.


Mmm… enaakh… lebih enak dari Aldy… Besaar…” seloroh Sasha sambil mengelus-elus penis Pak Anton dan menjilatnya dengan pelan.


Hooh… Hwooh…” Pak Anton mendesah nikmat saat tiba-tiba bibir Sasha menghisap-hisap penisnya.


Mmm… hmm…” terdengar gumaman Sasha yang masih menghisap penis Pak Anton. Lidah Sasha ikut membelai-belai pangkal penis Pak Anton sehingga Pak Anton merasa lubang kencingnya seolah ditusuk-tusuk oleh jarum.


Aah… enaak… Eh? Hentikan Sasha! tiba-tiba Pak Anton tersadar dari buaian kenikmatannya itu. digesernya kepala Sasha sehingga kuluman Sasha terlepas dari penisnya.


Apaa siih?” gerutu Sasha kesal.


Siapa yang suruh kamu oral seks sekarang?! Ini masih pagi tahu!”


Soalnya kamu curaang! Aku masih belum memberimu hadiah pernikahan kaan?!!” jawab Sasha dengan wajah merengut.


Hadiah apa?!” tanya Pak Anton heran.


Sasha tidak menghiraukan pertanyaan Pak Anton. Ia segera melompat dan menangkap penis Pak Anton dengan kedua belah tangannya.

Naah, ketangkap deeh! Dasar nakaal!” ujar Sasha seperti anak kecil.


Sasha segera mengulum penis Pak Anton kembali. Suara jilatan dan hisapan Sasha kembali bergema di kamar itu. Kini giliran Pak Anton yang kewalahan menghadapi Sasha. Rasa nikmat yang menjalari penisnya semakin menjadi. Liur Sasha sudah menetes-netes dipinggir bibirnya, namun Sasha masih saja bersemangat dalam menghisap penis Pak Anton.


Sashaa! Sudaah! Hadiah apa yang kamu mau?! kembali Pak Anton bertanya dengan kewalahan. Sasha pun akhirnya menghentikan kulumannya itu dan menatap wajah Pak Anton dengan sayu.


Aku… mau memberimu keperawananku…” jawab Sasha pelan.


Keperawanan? Bukannya kamu sudah tidak perawan dari tadi? tanya Pak Anton bingung dengan dahi yang mengrenyit. Bukannya Sasha sudah tidak perawan sejak sebelum ia dinikahi tadi? Bukankah Aldy yang sudah memetik keperawanan Sasha sebelumnya? Pikir Pak Anton.


Aah! Mas Anton bodoh deeh!! Sasha kembali merengut. Kini Sasha membalikkan tubuhnya, mengangkat rok gaunnya dan menungging dihadapan Pak Anton sambil menguakkan bongkahan pantatnya sendiri sehingga lubang pantat Sasha tampak merekah dihadapan wajah Pak Anton. Pantat Sasha tampak mengkilat ditimpa cahaya mentari pagi yang menerobos kedalam kamar mereka.


Ini… pantatku masih perawan kook!” ujar Sasha manja.


Ayo doong! Ini hadiah dariku lhoo! Aku memang berencana untuk memberi keperawanan pantatku untuk Mas Anton dari kemarin! goda Sasha seperti pelacur sambil menggoyang-goyangkan pantatnya yang montok itu, sehingga Pak Anton kini kembali menelan ludah. Siapa yang bisa menolak godaan seorang pengantin wanita secantik Sasha? Apalagi tawaran sukarela untuk mencicipi lubang pantat Sasha tidak datang setiap hari.


Pemandangan yang disajikan Sasha dihadapan Pak Anton segera membangkitkan kembali gairah seksual Pak Anton. Pak Anton segera beranjak bangun dari ranjangnya.


Yaah… kok pergi siih?!” ujar Sasha yang masih menungging dengan nada kecewa.


Sebentar sayang, aku mau minum dulu. Jawab Pak Anton sambil mencari-cari wine yang tadi ditaruhnya diatas meja balkon itu supaya gairah seksualnya ikut bangkit untuk mengimbangi Sasha.


Pak Anton amat terkejut melihat wine yang tadinya masih penuh sekitar ¾ bagian, sekarang jumlahnya kurang dari setengah botol. Pak Anton melirik Sasha sejenak, dilihatnya wajah Sasha yang tampak dilanda nafsunya itu. Bahkan kini jari-jari lentik Sasha mulai mempermainkan liang vaginanya sendiri sambil mendesah-desah erotis.


Eh Sha, kamu tadi minum wineku ya?” tanya Pak Anton curiga.


Iyaah… memangnya kenapaa? Soalnya nggak ada air putihh… Winenya enakk… hhh… tadi kuminum 10 gelas… mmh… soalnya gelasnya kecil… siih…” desah Sasha.


Pantas saja! gerutu Pak Anton dalam hati. Akhirnya Pak Anton tahu penyebab mengapa Sasha bisa semabuk dan bergairah seperti itu. Wajar saja, semalam mereka mereguk sekitar 7 gelas kecil wine itu dan masih tersisa lebih dari setengahnya. Dengan dosis 5 gelas saja sudah cukup untuk membuat Sasha tergila-gila semalam. Apalagi dengan dosis berganda, wajarlah apabila akibatnya bisa sedahsyat itu untuk wanita yang gampang mabuk seperti Sasha.


Pak Anton hanya menggerutu sejenak sebelum meminum beberapa gelas kecil wine itu. Setelah merasa tubuhnya mulai bergairah, Pak Anton segera menghampiri Sasha yang masih sibuk beronani sambil menungging diatas ranjang. Segera Pak Anton memposisikan wajahnya ditunggingan Sasha. Dibenamkannya wajahnya di selangkangan Sasha sambil menjulurkan lidahnya ke vagina Sasha perlahan.


Hya?! Sasha kembali menjerit kecil saat lidah Pak Anton menusuk vaginanya.


Pak Anton segera mencengkeram pinggang Sasha dan membenamkan wajahnya di selangkangan Sasha. Dihirupnya aroma khas yang terpancar dari vagina Sasha sambil menyeruput cairan cinta Sasha yang menetes deras ikut membasahi sprei ranjang mereka. Hembusan nafas Pak Anton membuat bulu kuduk Sasha berdiri dan desahannya semakin keras saat klitorisnya kembali dipermainkan Pak Anton yang kali ini menyentil klitoris Sasha dengan lidahnya.


Aah… aaw!!” Desah Sasha menggema diruangan itu.


Tubuh Sasha sudah sepenuhnya tidak terkontrol lagi karena takluk oleh nafsu birahinya. Pak Anton pun semakin bersemangat mencicipi vagina Sasha.


Mommy? tiba-tiba terdengar suara anak perempuan dari belakang tubuh Sasha dan Pak Anton.


A… Alyssa? Sasha terkejut sejenak saat mendengar suara itu. Pak Anton menoleh dan melihat Alyssa yang terbangun sudah terduduk dibelakangnya. Alyssa tampak kebingungan melihat posisi ibunya yang menungging dan wajah Pak Anton yang terbenam di selangkangan ibunya itu. Alyssa lalu berjalan mendekati Sasha, dilihatnya wajah merah padam Sasha yang sayu dan tampak kelelahan. Tentu saja balita seperti Alyssa tidak mengerti sama sekali apa yang sedang dilakukan oleh Sasha dan Pak Anton.


Pak Anton menghentikan aksinya karena ia tidak mau lagi mengerjai Sasha dengan berlebihan. Bahkan Pak Anton segera menurunkan kembali rok gaun Sasha untuk menutupi selangkangan Sasha.


Aah! Kok berhenti siih!” gerutu Sasha.


Sebentar Sha, Alyssa kan sudah bangun. Kita lanjutkan nanti saja!”


Nggak mauu! Aku maunya sekarang!” tolak Sasha seperti anak kecil.


Tapi Sha, Alyssa kan…”


Biarin ajaa… Kalau nggak, nanti aku nggak akan mau main dengan Mas Anton lagi! ancam Sasha. Mungkin karena mabuk berat dan pengaruh rangsangan di tubuhnya, Sasha tidak peduli lagi dengan kehadiran Alyssa. Ia juga sama sekali tidak cemas kalau Alyssa menonton adegan persetubuhannya nanti. Pak Anton merasa tidak perlu lagi menahan diri karena Sasha sendiri sudah sama sekali tidak peduli dengan harga dirinya. Tanpa menunggu lama, Pak Anton segera menyibakkan kembali rok gaun Sasha dan mencubit klitoris Sasha.


AW! Sasha menjerit di hadapan Alyssa, sehingga Alyssa tampak semakin kebingungan.


Mom…my?” tanya Alyssa bingung dengan polosnya. Ia mengira Sasha kesakitan karena Sasha menjerit keras.


Pak Anton kembali beraksi, kini dijilatinya klitoris Sasha sambil kembali memasukkan jarinya kedalam vagina Sasha dan mulai mengocok liang vagina Sasha kembali.


Ahh… oohh… Haaah…” kini wajah Sasha tampak memancarkan kelegaan dan kenikmatan di hadapan Alyssa.


Pak Anton terus bergantian antara mencubit klitoris Sasha ataupun menyentil-nyentil klitoris Sasha sehingga mimik wajah Sasha ikut berganti-ganti antara menikmati atau kesakitan dihadapan Alyssa. Raut wajah Alyssa semakin bingung melihat mimik muka ibunya itu. Mata Sasha yang merem melek ditambah dengan bibirnya yang meneteskan air liurnya dan lidahnya yang terus menyapu keluar akibat deraan gelombang kenikmatan yang menguasai tubuhnya kini terpampang jelas dihadapan putrinya sendiri yang tampak kebingungan karena belum pernah melihat raut wajah ibunya seperti itu.


Normalnya, Sasha pasti akan segera menghentikan tontonan yang amat tidak pantas untuk dilihat bagi balita yang polos seperti Alyssa. Namun akibat rangsangan obat yang diminumnya dengan wine itu, sekarang otak Sasha hanya terfokus untuk menggapai kenikmatan seksualnya sendiri tanpa menghiraukan pandangan Alyssa sama sekali. Sensasi kenikmatan di vaginanya benar-benar merasuki tubuh Sasha yang sekarang juga amat sensitif akibat pengaruh obat perangsang itu. Malah Sasha juga merasa semakin terangsang saat persetubuhannya dilihat oleh anaknya sendiri.


Alyssa, ayo sini ke tempat om! ujar Pak Anton tersenyum sambil menggendong Alyssa ke pangkuannya. Sehingga kini Sasha memamerkan kewanitaan dan pantatnya dihadapan Pak Anton dan anaknya sendiri. Pak Anton lalu memegang tangan mungil Alyssa dan mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengah milik balita mungil itu.


Nah, ayo… om kasih tahu apa yang paling disuka mamamu!” Ujar Pak Anton sambil membimbing tangan Alyssa kearah vagina Sasha.


Ugh! Sasha menjerit saat merasakan vaginanya ditusuk oleh sesuatu yang kecil. Sasha akhirnya menyadari kalau jari-jari mungil Alyssa sudah terbenam ke dalam vaginanya.


Baguus! Alyssa memang pintar! Sekarang, ikutin gerakan tangan om ya! puji Pak Anton sambil memegang pergelangan tangan Alyssa dan menggerakkannya maju-mundur dengan pelan sehingga jari-jari tangan Alyssa menghunjam vagina ibunya berulangkali.


Wah! Aach! Aww! Sasha mendesah-desah saat jari-jari mungil Alyssa mempermainkan vaginanya. Tubuh Sasha tampak terhentak pelan mengiringi hunjaman jari putrinya sendiri di vaginanya. Alyssa yang polos sama sekali tidak tahu apa yang sedang dilakukannya itu. Alyssa malah tampak senang dan tertawa-tawa saat melihat tubuh ibunya terhentak sambil mendesah nikmat akibat permainan jarinya itu. Ia mengira perbuatannya itu semacam permainan yang menyenangkan. Pak Anton sesekali melepaskan tangan Alyssa dan Alyssa terus saja menggerakkan jarinya maju mundur divagina Sasha.


Gimana rasanya, Sha? Main dengan Alyssa enak kan?” ejek Pak Anton.


Ooh.. oh… aah… Alyssaa… ahh… Alyssa… enaak… terus… sayaang… Racau Sasha penuh kenikmatan. Sasha tidak mempedulikan ejekan Pak Anton lagi. Jari-jari mungil Alyssa yang sesekali bergerak saat menghunjam vaginanya menjelajahi ruang hangat vagina Sasha memberi Sasha reaksi tersendiri yang luar biasa. Apalagi mengingat kalau vaginanya sedang dipermainkan anaknya sendiri, sama sekali tidak membuat Sasha merasa malu, malah Sasha semakin terangsang berat akibat permainan itu.


WAAAH… HAAH…AAKH!!!” Sasha menjerit sekeras-kerasnya saat seluruh syaraf tubuhnya menegang keras. Tanpa bisa dibendung, cairan cinta Sasha langsung muncrat tanpa ampun kejari-jari Alyssa. Alyssa terdiam sejenak karena kaget mendengar suara jeritan Sasha dan semburan cairan cinta ibunya itu. Kepala Sasha langsung ambruk kembali ke ranjang setelah mendapat orgasme yang luar biasa itu, namun ia masih dalam posisi menungging sehingga bagian atas tubuhnya kini tertumpu pada kedua dada indahnya itu yang kini seperti bantalan yang terjepit diantara tubuhnya dan kasur empuk itu untuk menahan tubuhnya.


Hehehe… lumayan deh!” Pak Anton terkekeh-kekeh puas setelah berhasil mengerjai Sasha sambil mengacungkan jari-jari Alyssa yang berkilat akibat cairan cinta Sasha dan menjilat-jilati jari Alyssa.


Bagus sekali, Alyssa! Kamu memang pintar! kembali Pak Anton memuji Alyssa sambil mengelus kepala anak yang lugu itu. Alyssa hanya tertawa saat Pak Anton membelainya tanpa mengerti kalau ia baru saja diperalat untuk melakukan hal yang amat terkutuk. Alyssa lalu didudukkan disebuah kursi bayi dan dipasangkan ikat pinggang supaya tidak jatuh. Setelah memastikan kalau Alyssa sudah aman, Pak Anton segera kembali menghampiri Sasha yang masih menungging tak berdaya diatas ranjang itu.


Oke, Sasha! Sekarang giliran saya ya! Saya mau menagih hadiah dari kamu!” pungkas Pak Anton sambil mengangkat sedikit pinggang Sasha. Kali ini diposisikannya pinggang Sasha agar lubang pantat Sasha berada tepat dihadapan penisnya yang mengacung tegak.


Tenang saja! Saya akan bersikap lebih lembut kali ini, supaya kamu tidak merasa tersiksa lagi.” Janji Pak Anton pada Sasha.


Pak Anton kembali mencolek-colek cairan cinta di vagina Sasha untuk kemudian diusapkannya di lubang pantat Sasha sebagai pelumas. Setelah merasa siap, Pak Anton menguakkan kedua bongkahan pantat Sasha dan menyentuhkan ujung penisnya dilubang pantat Sasha. Pak Anton mulai mendorong maju pinggangnya dengan pelan. Situs Slot Online Indonesia


Heghh… Sasha merintih kecil saat merasakan lubang pantatnya terbuka sedikit untuk menerima penis Pak Anton.


AAAAKH!!! dengan disaksikan oleh Alyssa, Sasha menjerit pilu saat penis Pak Anton yang besar itu menerobos masuk lubang pantatnya hingga penis besar itu terhunjam sepenuhnya kedalam lubang pantat Sasha dan lenyaplah keperawanan anal milik Sasha. Air mata Sasha langsung menetes akibat rasa perih yang tak terkira melanda anusnya.


Hoaah… Pak Anton menghentikan sejenak gerakannya untuk meringankan rasa sakit yang melanda Sasha. Sekaligus merasakan sensasi hangat dan lembut didalam lubang pantat Sasha. Jepitan otot pantat Sasha yang begitu erat memberi rasa nikmat bagi Pak Anton, seolah bersetubuh dengan seorang perawan. Ya! Bagi Pak Anton, peribahasa tak ada rotan, akar pun jadi” amat berarti saat itu. Karena walaupun tidak bisa menikmati keperawanan vagina Sasha, toh tidak ada salahnya bagi Pak Anton untuk mendapatkan keperawanan pantat Sasha yang tak kalah nikmatnya.


Sasha, kenapa? Sakit ya?” Pak Anton bertanya pada Sasha dengan nada sedikit cemas.


I… iya… shhh… sebentar ya… jawab Sasha pelan sambil menghela nafas. Sasha berusaha menghirup udara sejenak dan menyesuaikan dirinya dengan posisi Pak Anton. Rasa sesak dan perih dilubang pantat Sasha pelan-pelan menghilang. Tidak seperti tadi, kali ini Pak Anton berusaha untuk memberi rasa nyaman bagi Sasha. Sementara itu, Alyssa hanya terduduk sambil melihat adegan persetubuhan ibunya itu.


Bagaimana? Sudah enak?” tanya Pak Anton.


Mmm… Tapi jangan keras-keras ya… jawab Sasha sambil menanggukkan kepalanya.


Pak Anton mulai menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan sehingga penisnya tertarik keluar hingga tersisa pangkal penisnya saja sebelum kembali menggerakkan maju penisnya dengan pelan kedalam pantat Sasha. Gerakan pelan itu memang disengaja untuk memberi rasa nyaman bagi Sasha. Saat penis Pak Anton sudah terbenam sebagian besar, Pak Anton segera menghentakkan pinggangnya mendadak sehingga muncul rasa perih yang tiba-tiba menyengat anus Sasha.


Aw! jerit Sasha saat pantatnya serasa tertusuk oleh jarum raksasa ketika Pak Anton menghentakkan pinggangnya, menghunjamkan seluruh penisnya kedalam anus Sasha.


Tahan ya, Sha! Lama-lama juga enak kok! bujuk Pak Anton. Sasha hanya mengangguk pelan. Pak Anton terus menggerakkan penisnya maju mundur dengan pelan sambil meresapi nikmatnya jepitan erat dari otot pantat Sasha.


Benar saja, lama kelamaan rasa sakit dan perih di pantat Sasha mulai berganti dengan rasa geli sedikit perih yang nikmat. Syaraf-syaraf anus Sasha mulai terbiasa dengan gerakan penis Pak Anton dan hentakan mendadak dari Pak Anton yang sekarang mengirimkan gelombang kenikmatan tiada taranya kesetiap simpul syaraf Sasha. Suara rintihan Sasha pelan-pelan berganti dengan suara desahan penuh kenikmatan.


Aagh… awwh… hhh… Sasha tampak megap-megap merasakan sensasi nikmat yang melanda anusnya. Saat merasa Sasha sudah terbiasa dengan gerakannya, Pak Anton langsung mempercepat gerakan pinggulnya sehingga penis Pak Anton menghunjam keras kedalam anus Sasha. Suara tumbukan antara pinggang Pak Anton dan bongkahan pantat Sasha menggema didalam kamar mereka.


Pak Anton kembali menuangkan wine ke gelasnya sendiri dan menyodorkan gelas itu ke Sasha. Sasha yang kehausan akibat terus menjerit-jerit sejak disetubuhi Pak Anton segera meminum wine itu. Saat melihat wine digelas itu habis, Pak Anton segera menuangkan wine itu lagi untuk diminum Sasha. Sasha terus direcoki dengan wine yang dicampur obat perangsang itu sehingga kini Sasha semakin mabuk dan terhanyut dalam gairah seksualnya.


Aah… en…naak… ooh…” desah Sasha.


Enak ya, Sha? Kamu suka?”


I…yaah… ookh…”


Sasha, kamu suka yang mana? Di vagina atau pantat kamu?” tanya Pak Anton.


Aaahh… sama sajaa… dua-duanya enaak…” celoteh Sasha.


Mas Antoon… Maas… suka yang manaa? Vagina… atau pantatnya Sashaa?” tanya Sasha manja seperti seorang pelacur.


Hmm… Aku sih lebih suka pantatmu, Sha. Soalnya vagina kamu sudah bekas si Aldy! Lagipula pantat kamu masih rapat seperti perawan, hehehe…” jawab Pak Anton cengengesan.


Kalau begituu… mulai hari ini… lubang pantatnya Sasha… jadi milik Mas Anton… yaa? Terserah Mas Anton mau bagaimanaa ajaa… Pasti Sasha nurut deeh…”


Hati Pak Anton langsung berbunga-bunga mendengar tawaran Sasha bahwa mulai saat ini pantat Sasha bebas untuk digunakannya sesuka hati.


Boleh! Boleh! Pokoknya mulai sekarang pantatmu hanya untuk aku saja! Jangan sampai disentuh si Aldy ya!” jawab Pak Anton sesegera mungkin.


Iyaah… hhh… Maas…” jawab Sasha pelan.


Pak Anton dan Sasha terus bersetubuh di hadapan Alyssa. Alyssa yang tidak mengerti dengan pemandangan dihadapannya hanya diam sambil mengisap-isap jarinya. Sasha sama sekali tidak peduli dengan tatapan Alyssa, mulutnya sibuk mendesah sambil meresapi rasa nikmat di anusnya. Sesekali Pak Anton memukul bongkahan pantat Sasha yang langsung disambut dengan jeritan Sasha dihadapan Alyssa. Sasha sendiri merasakan pengalaman seks yang luar biasa dengan Pak Anton. Biasanya saat bersetubuh, Aldy lebih suka gaya konvensional yang seringkali membuat Sasha bosan. Lain halnya dengan Pak Anton yang selalu punya banyak cara untuk menaikkan gairah seksual Sasha. Walaupun sebenarnya gairah seksual Sasha juga banyak terbangkitkan oleh wine yang ia minum.


Aahh…Maas…” panggil Sasha pelan.


Ya, sayang?” jawab Pak Anton


Sudah… mau sampai, maas… tolong… aah…” pinta Sasha saat merasakan orgasmenya membayang.


Oke… tahan ya, sayang… Aku juga mau sampai. Erhm… ujar Pak Anton sambil menggeram sejenak. Penis Pak Anton ditarik keluar perlahan hingga tersisa ujung penisnya saja dan tiba-tiba Pak Anton merebahkan dirinya di ranjang. PLOOP! Terdengar suara pelepasan yang becek antara penis Pak Anton dan lubang pantat Sasha.


OOH!” Sasha langsung melenguh keras dan kembali roboh diatas ranjangnya.


Dengan sigap, Pak Anton segera bangkit dan berlutut kembali dihadapan tunggingan Sasha. Penisnya sekarang dibenamkan langsung ke vagina Sasha dan Pak Anton segera menggerakkan pinggang Sasha maju mundur hingga penisnya terhentak-hentak dalam vagina Sasha.


AAH! Ah! Aah!” Sasha menjerit-jerit histeris karena sensasi kenikmatan gesekan penis Pak Anton di vaginanya.


Sha… Aku mau keluar… sebentar lagi… ujar Pak Anton terbata-bata merasakan penisnya yang siap mencapai puncak kenikmatannya sekali lagi.


Ooh! Yaah! Ayo Mass… keluarkan di vagina Sasha lagii… supaya… Sasha hamiil…” seloroh Sasha yang juga terpengaruh oleh gejala orgasmenya.


Iyaah… Sashaa…” Pak Anton yang mendengar bahwa ada kesempatan baginya untuk menghamili Sasha semakin buas menghentakkan penisnya itu. Bayangan akan seorang buah hati yang akan dilahirkan oleh Sasha hasil dari pernikahan dengannya, membuat Pak Anton kian bersemangat.


AAAH! HAAH! MAS ANTOON… Sasha melolong keras saat ledakan orgasme kembali menghantam tubuhnya untuk kesekian kalinya. Tubuh Sasha langsung mengejang kaku dan dinding vaginanya terasa menjepit dan meremas penis Pak Anton sekuat mungkin. Sasha kembali tumbang kelelahan setelah orgasme dengan hebat dua kali berturut-turut. Tubuhnya terasa lemas tanpa tenaga sama sekali dan Sasha pun segera tertidur kelelahan setelah melayani Pak Anton selama hampir 2 jam. Cairan bening ikut menetes keluar dari vagina Sasha yang masih tersumbat penuh dengan penis Pak Anton, pertanda bahwa Sasha baru saja mengalami orgasme.


HHRMH! Pak Anton yang sudah tidak tahan akibat sensasi jepitan di vagina Sasha, segera menggeram dan membenamkan penisnya hingga kedasar vagina Sasha.


Akhirnya disemprotkannya cairan spermanya kedalam rahim Sasha, beberapa saat setelah Sasha mengalami orgasme. Untuk beberapa saat, Pak Anton meresapi kenikmatan ejakulasinya didalam rahim Sasha sebelum melepaskan penisnya dari vagina Sasha dengan pelan.


Pak Anton meluruskan dan membalikkan tubuh Sasha yang terlungkup. Sehingga Sasha kini terbaring di hadapannya. Pak Anton tersenyum melihat wajah Sasha yang tertidur.


Pak Anton lalu memberikan sebuah bantal dikepala Sasha dan merapikan kembali penampilan Sasha. Tidak lupa, diaturnya posisi tidur Sasha senyaman mungkin agar Sasha bisa beristirahat.


Hwaaa… Waaa!!” tiba-tiba terdengar suara tangisan Alyssa.


Pak Anton yang masih telanjang segera tergopoh-gopoh menghampiri balita kecil itu. Sesaat Pak Anton bingung karena tangisan Alyssa. Namun ia segera melepas pengaman Alyssa dan digendongnya putri Sasha itu keatas ranjang tempat ibunya tertidur lelap. Alyssa lalu didudukkan disamping Sasha. Mungkin karena merasa lebih aman didekat ibunya, Alyssa pun pelan-pelan menghentikan tangisannya. Alyssa lalu merangkak mendekati tubuh ibunya itu.


Mommy? kembali Alyssa memanggil Sasha sambil menepuk-nepuk tangan Sasha. Pak Anton pelan-pelan menjauhkan Alyssa dari ibunya untuk memberi kesempatan bagi Sasha untuk tidur.


Alyssa, jangan ganggu mamamu ya? Biarkan mamamu istirahat ya? pinta Pak Anton dengan pelan sambil menggendong Alyssa kearahnya. Alyssa hanya melihat wajah Pak Anton dengan raut wajah polosnya yang tersenyum. Mata Alyssa sejenak mengingatkan Pak Anton dengan mata indah Sasha.


Alyssa, mau nggak punya adik? tanya Pak Anton pada Alyssa. Seolah mengerti akan perkataan Pak Anton, Alyssa tertawa riang sambil menepuk-nepukkan kedua tangannya.


Yaa, Alyssa memang anak yang pintar! Kalau begitu, biarkan mamamu istirahat ya? Supaya Alyssa nanti bisa dapat adik bayi yang lucu! Nah, ayo main dengan om, ya!” bujuk Pak Anton.


Alyssa hanya tertawa-tawa riang sementara Pak Anton memakai pakaiannya sebelum menggendong anak itu keluar kamar, meninggalkan ibunya yang masih tertidur. Beberapa jam kemudian, Sasha terbangun dari tidurnya. Sayup-sayup ia mendengar suara tawa Alyssa dari arah taman. Sasha segera beranjak kearah balkon dan dilihatnya Pak Anton sedang duduk di ayunan kecil di taman villanya dengan Alyssa disampingnya. Sasha tersenyum bahagia saat melihat Alyssa tampak senang bermain-main dengan sebuah bola yang diberikan oleh Pak Anton sambil berayun-ayun di ayunan itu.


Nah, lihat! Siapa yang sudah bangun! ujar Pak Anton sambil mengarahkan pandangan Alyssa ke balkon. “Mommy! Mommy! Alyssa semakin tertawa lebar saat melihat ibunya itu. Tangannya melambai-lambai kecil seolah memanggil Sasha untuk ikut bermain bersama. Sasha segera turun ke taman villa itu tanpa sempat mengganti busana pengantinnya yang dikenakannya dari kemarin sore. Sesampainya di taman, Sasha segera berjalan cepat menghampiri suami dan anaknya itu.


Akhirnya bangun juga! Alyssa sudah kangen nih! ujar Pak Anton seraya menyerahkan Alyssa kedalam gendongan Sasha. Sasha hanya tersenyum melihat keakraban Pak Anton dan putrinya itu. Pak Anton bisa melihat kalau pengaruh wine itu sudah sepenuhnya hilang dari diri Sasha.


Ayo, duduk dong! Kan capek berdiri terus! Pak Anton menggeserkan diri dan memberi tempat duduk untuk Sasha di ayunan itu.


Emm… jangan dulu ya, Mas?” pinta Sasha sambil tersenyum manis.


Lho, kenapa?”


Masih sakit nih…” jawab Sasha pelan sambil tersipu malu saat melirik kebagian belakang-bawah tubuhnya. Pak Anton tertawa kecil mendengar jawaban Sasha. Wajar saja karena pantat Sasha baru saja diperawani sehingga pasti terasa agak sakit kalau duduk di kursi ayunan yang terbuat dari besi.


Ya, sudah! Kutemani kamu dan Alyssa jalan-jalan di taman saja ya? Nggak sakit kan, kalau jalan?” tanya Pak Anton. Sasha menggeleng dan tersenyum sambil meraih pergelangan tangan Pak Anton.


Sha, kamu nggak mau ganti baju dulu nih? Kalau dilihat tetangga gimana?” tanya Pak Anton.


Hihi… ya sudah, nggak apa-apa kok! Kita kan pengantin baruu!” jawab Sasha ceria.


Pak Anton tersenyum dan segera menyambut uluran tangan Sasha. Mereka pun bergandengan dengan mesra sambil berjalan disepanjang di taman itu.


Mereka lalu tiba di paviliun tempat mereka menikah kemarin. Pak Anton lalu memeluk tubuh Sasha, yang sedang menggendong Alyssa, dari belakang. Sasha hanya tertawa kecil dan tersenyum bahagia saat dipeluk oleh Pak Anton.


Sha, bagaimana kalau kamu nanti hamil? Apa kamu mau punya anak dari saya? tanya Pak Anton


Kok Mas Anton tanyanya begitu sih? Mas Anton kan suamiku juga. jawab Sasha lembut.


Jawaban Sasha itu langsung memberikan ketenangan yang tak terkira bagi Pak Anton. Betapa bahagianya dirinya karena akhirnya berhasil mendapatkan hati wanita dambaan hatinya itu, apalagi wanita itu sekarang mau menerima dirinya seutuhnya. Bisa dikatakan kalau benih-benih cinta yang ditaburkannya dalam hati Sasha kini telah seutuhnya bersemi dan mekar didalam relung hati Sasha.


Eh, Mas! Kalau saya hamil dan anaknya nanti perempuan, saya beri nama Anissa ya?” usul Sasha tiba-tiba.


Lho? Kenapa Anissa? tanya Pak Anton heran.


Soalnya nama Alyssa kan dari gabungan namaku dan Aldy! Aldy-Sasha, jadinya Alyssa… kalau begitu, Anton-Sasha, jadinya Anissa doong! canda Sasha.


Hahaha… Kamu bisa saja! Terserah kamu saja, sayang! Hahaha! Pak Anton tertawa sambil membelai kepala Sasha. Alyssa juga ikut tertawa dalam gendongan Sasha saat melihat kedua orang tuanya itu tampak bahagia.


Saat itu adalah saat yang paling membahagiakan dalam hidup Pak Anton karena ia telah mendapatkan sebuah keluarga baru yaitu Sasha dan putrinya, Alyssa. Pak Anton tidak peduli bahwa Sasha adalah istri sah Aldy ataupun ikatan mereka hanya sebatas kawin kontrak semata.


Demikian pula dengan Sasha yang kini menyadari betapa dalamnya cinta Pak Anton pada dirinya yang jauh melebihi rasa cinta yang diberikan oleh Aldy. Bagi mereka saat ini, ikatan mereka sudah layak bagi sepasang suami-istri yang saling mencintai, dimana mereka akan terikat dan setia satu sama lain dalam pernikahan mereka selama-lamanya.

Cerita Sex Panas Tersiksa Tapi Terasa Begitu Nikmat

Subscribe Our Newsletter